Penulis Utama : Sunardi
Penulis Tambahan : -
NIM / NIP :
Tahun : 2004
Judul : Pengaruh penambahan polyoxythylene (20) sorbitan monooleate (tween 80) sebagai pencetak pori pada sintesis material SiO2-Tio2
Edisi :
Imprint : Surakarta - FMIPA UNS - 2004
Kolasi :
Sumber : UNS-FMIPA NIM.M0398077-2004
Subyek : SILIKON-TOKSIKOLOGI
Jenis Dokumen : Skripsi
ISSN :
ISBN :
Abstrak :

Telah disintesis material komposit homogen SiO2-TiO2 baru dari silika gel dan TiCl4 dengan Tween 80 sebagai pencetak pori. Sintesis dilakukan dengan melalui proses sol gel menggunakan katalis asam (HCl) dalam media pelarut metanol. Penghilangan surfaktan dilakukan dengan metode ekstraksi.

Hasil optimum Konsentrasi Kritis Misel (KKM) surfaktan dalam metanol diperoleh pada konsentrasi 0,0244 M (3%). Dengan variasi disekitar harga KKM surfaktan, karakterisasi polimer material komposit homogen SiO2-TiO2 dilakukan dengan Ultra Violet -Visible Spectroscopy (UV-Vis). Karakteristik spektrum polimer ditunjukkan dengan panjang gelombang sempit dengan λmaks lebih dari satu pada daerah Ultra Violet (UV) 200-330 nm. Material komposit homogen SiO2-TiO2 bersifat non kristalin (amorf) dapat diketahui dari data analisis X-Ray Diffraction (XRD). Berdasarkan spektrum Fourier Transform Infrared (FTIR) menunjukkan pergeseran serapan gugus fungsi Ti-OH dan Si-OH dari 970 cm-1 menjadi 962,4 cm-1. serapan -Si-O- dan –Si-O-Si- pada material komposit 1101,3 cm-1 tidak mengalami pergeseran. Sedangkan serapan –Si-O- dan –Si-O-Si- dari 800 cm-1 menjadi 798,5 cm-1. Dan serapan –OH pada Si-OH dan Ti-OH dari 3448,5 cm-1 menjadi 3423, 4 cm-1. Kurva Differential Thermal Analisis (DTA) menunjukkan keberadaan surfaktan tween 80 di dalam material komposit. Dengan adanya tween akan menurunkan nilai transisi gelas (Tg). Nilai transisi gelas (Tg) material kontrol = 264,70 0C dan material komposit = 200 0C. Setelah tween 80 dihilangkan dengan refluks nilai transisi gelas (Tg) naik menjadi = 280 0C. Dari data isotherm adsorpsi N2 pada Surface Area Analyzer (SAA) dihasilkan karakteristik material mesopori dengan diameter pori rata-rata dan luas permukaan untuk material kontrol = 36,65 (Å) dan 681 m2/g untuk material komposit setelah direfluks = 31,46 (Å) dan 678 m2/g. Dari kurva selisih volume pori vs diameter pori, dapat terlihat material komposit setelah direfluks memberikan distribusi pori yang lebih seragam dari pada material kontrol.

Kata Kunci : Material Komposit Homogen SiO2-TiO2, Polyoxyethylene (20) Sorbitan Monooleate (Tween 80), Proses sol gel, Ekstraksi.

File Dokumen :

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Trying to get property of non-object

Filename: page/dok_detail.php

Line Number: 147

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Trying to get property of non-object

Filename: page/dok_detail.php

Line Number: 148

abstrak.pdf
Harus menjadi member dan login terlebih dahulu untuk bisa download.
File Jurnal : -
Status : Non Public
Pembimbing : 1. Drs. Abu Masykur, Msi
Catatan Umum :
Fakultas : Fak. MIPA