Penulis Utama : Widi Astuti Ari S
Penulis Tambahan : -
NIM / NIP :
Tahun : 2005
Judul : Analisis penerapan total quality management dengan quality function deployment pada kualitas layanan di Perguruan Tinggi (studi kasus pada Fakultas Ekonomi Universitas Sebelas Maret Surakarta)
Edisi :
Imprint : Surakarta - Fak. Ekonomi UNS - 2005
Kolasi :
Sumber : UNS-Fak. Ekonomi NIM.F0201113-2005
Subyek : MANAJEMEN KONTROL
Jenis Dokumen : Skripsi
ISSN :
ISBN :
Abstrak :

Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui : pertama, dimensi kualitas layanan apa saja yang seharusnya dilaksanakan Perguruan Tinggi untuk memperbaiki kualitas layanan pendidikan, dalam jangka pendek dan jangka panjang sesuai dengan prinsip Pareto.   Kedua, hasil analisis Diagram  Sebab Akibat, Diagram Pareto, dan Quality Function Deployment, pada penerapan  kualitas layanan di  Perguruan  Tinggi. Ketiga, atribut apa saja dalam penerapan kualitas pendidikan yang dianggap paling penting dan termasuk dalam  Customer  Requirement. Dan terakhir, customer satisfaction benchmarking (pembandingan kinerja terhadap kepuasan pelanggan) dengan Perguruan Tinggi lain yang dijadikan benchmark-nya.

Sehubungan dengan tujuan penelitian diatas, maka penelitian ini menggunakan alat analisis Diagram Sebab Akibat, Diagram Pareto, dan Quality Function Deployment (QFD) dengan House of Quality (HOQ). Penelitian ini mengambil tempat di Fakultas Ekonomi Universitas Sebelas Maret Surakarta. Dan sebagai benchmark pada analisis QFD adalah Fakultas Ekonomi Universitas Gadjah Mada Yogyakarta. Populasi dalam penelitian ini adalah mahasiswa S1 Reguler. Jumlah sampel sebanyak 100 responden untuk FE UNS, dan 100 responden untuk FE UGM sebagai Perguruan Tinggi yang dijadikan benchmark dalam analisis QFD. Teknik pengambilan sampel pada penelitian ini menggunakan non-probability sampling,  dan juga purposive sampling, yaitu  pengambilan sampel dengan kriteria tertentu sehingga relevan dengan rancangan penelitian, dan diharapkan lebih memahami permasalahan dalam penelitian ini.

Hasil analisis dengan menggunakan diagram sebab akibat, mendapatkan 4 dimensi kualitas layanan yang menjadi penyebab rendahnya kualitas layanan di Perguruan Tinggi. Keempat dimensi itu adalah : Sumber Daya Manusia (Dosen dan Karyawan), Metode Pengajaran, Materi Pengajaran, dan Fasilitas. Dari keempat penyebab tersebut, diperoleh 25 sub penyebab rendahnya kualitas layanan di Perguruan Tinggi.

Dari 4 penyebab rendahnya kualitas layanan di Perguruan Tinggi, kemudian dilanjutkan dengan analisis Diagram Pareto untuk mengetahui dimensi kualitas layanan mana yang memiliki frekwensi terbesar. Hasil analisis Diagram Pareto menunjukkan dimensi Fasilitas memiliki frekwensi terbesar dengan 31.25 %, kemudian SDM, Metode Pengajaran, dan Materi Pengajaran, masing-masing 27.27 %, 20.77 %, dan 20.70 %.

Kemudian dilakukan analisis QFD dengan HOQ dengan tahap-tahap sebagai berikut : (1) Analisis Customer Requirement, (2) Analisis Tingkat Kepentingan konsumen, (3)  Analisis Tingkat Kinerja, (4) Analisis Tingkat Perbaikan, (5) Sales Point, (6) Analisis Customer Requirement Score (CRS), (7) Analisis Technical Requirement, (8) Analisis Hubungan antara CR dan TR, (9) Technical Measure (10) Analisis Relative Technical Difficulty, (11) Analisis Technical Requirement Score (TRS), (12) Analisis sinergi atau konflik diantara TR, dan (13) Analisis Customer Rating dengan Customer Satisfaction Benchmarking.

Hasil dari analisis HOQ pada penilaian CRS yang dinormalisasi didapatkan 4 nilai prosentase yaitu, 4.9 %, 4.0 %, 3.2 %, dan 3.0 % yang berarti bahwa semakin tinggi prosentase CRS, maka item tersebut semakin penting dan membutuhkan perhatian untuk perbaikan selanjutnya.

Untuk Customer Rating berdasarkan tingkat kinerja yang dilakukan Perguruan Tinggi, Fakultas Ekonomi UNS menduduki posisi kedua setelah FE UNS, dengan asumsi bahwa tingkat kebutuhan mereka akan atribut yang mereka peroleh dan rasakan tergantung dari tingkat kinerja Perguruan Tinggi itu sendiri.

Berdasarkan hasil penelitian tersebut, peneliti dapat memberikan beberapa saran kepada Fakultas Ekonomi UNS untuk mendesain dimensi Fasilitas dan SDM menjadi lebih baik. Mengingat dimensi tersebut pada analisis diagram pareto adalah yang mempunyai frekwensi terbesar penyebab rendahnya kualitas layanan di Perguruan Tinggi. Perbaikan yang berfokus pada dimensi Fasilitas dan SDM tentunya dengan tidak mengesampingkan 2 dimensi yang lain, yaitu Metode dan Materi Pengajaran.

Perbaikan pada dimensi SDM (dosen dan karyawan), sebaiknya dilakukan terutama pada atribut yang mempunyai skor kinerja buruk. Seperti : Dosen tidak hadir tepat waktu selama kegiatan mengajar. Pemecahannya antara lain dengan meningkatkan aturan serta sanksi agar dosen memiliki komitmen yang tinggi serta kesadaran terhadap kewajibannya sebagai dosen, membuat jadwal presensi sebelum dan sesudah mengajar, mencari dosen pengganti apabila berhalangan hadir atau menentukan hari lain sebagai pengganti, serta meningkatkan kompensasi yang lebih layak bagi dosen.

Sedangkan saran perbaikan pada dimensi Fasilitas juga sebaiknya dilakukan pada dimensi yang mempunyai skor kinerja buruk dimata mahasiswa. Antara lain : Perpustakaan yang kurang representatif  bisa dilakukan dengan memperluas ruang perpustakaan yang terlihat penuh sesak pada jam 9-12 siang; penataan buku, jurnal, dan skripsi agar mudah dicari secara manual ataupundengan menggunakan fasilitas “search engine” pada komputer; penambahan lama waktu peminjaman buku, dari 3 hari menjadi 4 hari sampai seminggu. Juga diperlukan penambahan jumlah koleksi agar jumlah buku sebanding dengan jumlah mahasiswa yang membutuhkan.

Evaluasi kinerja dan perbaikan secara berkelanjutan perlu dilakukan dalam rangka meningkatkan kepuasan konsumen karena perkembangan pasar sangat cepat. Sesuatu yang mungkin hari ini merupakan standar kualitas terbaik dan memberikan tingkat kepuasan maksimal bagi konsumen, sangat mungkin di masa depan sudah usang atau menjadi variabel netral dari sisi kepuasan konsumen.

Evaluasi terhadap kinerja perlu diikuti dengan benchmarking dengan Perguruan Tinggi yang lebih tinggi ratingnya, sehingga manajemen tidak terjebak dalam menilai posisi kualitas layanannya. Untuk itu, Perguruan Tinggi perlu melakukan penelitian secara kontinyu untuk mengukur kekuatan, kelemahan, kesempatan, dan ancaman demi meningkatkan kualitas layanan pendidikan.

File Dokumen : Tidak ada file dalam dokumen ini.
File Jurnal : -
Status : Non Public
Pembimbing :
Catatan Umum :
Fakultas : Fak. Ekonomi dan Bisnis