Penulis Utama : Margareta Rina Astut
Penulis Tambahan : -
NIM / NIP : S851802016
Tahun : 2022
Judul : EKSPERIMENTASI MODEL PEMBELAJARAN PROBLEM BASED LEARNING DAN PROBLEM POSING TERHADAP KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS DAN KREATIF PADA MATERI MATRIKS DITINJAU DARI ADVERSITY QUOTIENT SISWA KELAS X SMK SWASTA SE-KOTA SURAKARTA
Edisi :
Imprint : Surakarta - Pascasarjana - 2022
Kolasi :
Sumber :
Subyek : -
Jenis Dokumen : Tesis
ISSN :
ISBN :
Abstrak :

Kompetensi penting yang harus dimiliki setiap individu pada era globalisasi adalah berpikir kritis dan kreatif. Tuntutan berpikir kritis dan kreatif dalam dunia pendidikan tertuang dalam tujuan kurikulum 2013. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk: 1) menentukan manakah yang memberikan kemampuan berpikir kritis dan kreatif siswa yang lebih baik, siswa yang diberi perlakuan model pembelajaran Problem Based Learning, Problem Posing atau model pembelajaran langsung. 2) menentukan manakah yang mempunyai kemampuan berpikir kritis dan kreatif yang lebih baik, siswa dengan adversity quotient tinggi, sedang atau rendah. 3) mengetahui pada masing-masing kategori adversity quotient siswa,  manakah yang mempunyai kemampuan berpikir kritis dan kreatif siswa yang lebih baik, siswa yang diberi perlakuan Problem Based Learning, Problem Posing atau langsung. 4) mengetahui pada masing-masing, manakah yang mempunyai kemampuan berpikir kritis dan kreatif yang lebih baik, siswa dengan adversity quotient tinggi, sedang atau rendah.

Penelitian ni merupakan penelitian eksperimental semu. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas X SMK Swasta se-Kota Surakarta. Sampel penelitian ini adalah tiga kelas dari masing-masing sekolah dengan kategori tinggi, sedang dan rendah. Sampel diambil dengan teknik stratified cluster random sampling instrumen dalam penelitian ini menggunakan tes kemampuan berpikir kritis dan kreatif siswa dan angket adversity quotient. Uji keseimbangan menggunakan uji analisis variansi multivariat satu jalan sel tak sama. Uji prasyarat penelitian berupa uji normalitas multivariat, homogenitas matriks variansi-kovariansi, normalitas univariat dan homogenitas univariat. Rancangan penelitian yang digunakan adalah analisis variansi multivariat dua jalan sel tak sama dengan desain factorial.

Hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa: 1) kemampuan berpikir kritis siswa yang diberi perlakuan Problem Based Learning lebih baik daripada siswa yang diberi perlakuan Problem Posing dan pembelajaran langsung, serta kemampuan berpikir kritis siswa yang diberi perlakuan Problem Posing lebih baik daripada siswa yang diberi perlakuan pembelajaran langsung. Kemampuan berpikir kreatif siswa yang diberi perlakuan Problem Posing lebih baik daripada siswa yang diberi perlakuan Problem Based Learning dan pembelajaran langsung. Kemampuan berpikir kreatif siswa yang diberi perlakuan Problem Based Learning sama baik dengan siswa yang diberi perlakuan pembelajaran langsung. 2) Kemampuan berpikir kritis siswa dengan adversity quotient tinggi sama dengan siswa dengan adversity quotient sedang. Kemampuan berpikir kritis siswa dengan adversity quotient tinggi lebih baik daripada siswa dengan adversity quotient rendah. Kemampuan berpikir kritis siswa dengan adversity quotient sedang lebih baik daripada siswa dengan adversity quotient rendah. Kemampuan berpikir kreatif siswa dengan adversity quotient tinggi sama baiknya dengan siswa dengan adversity quotient  sedang. Kemampuan berpikir kreatif siswa dengan adversity quotient tinggi lebih baik daripada siswa dengan adversity quotient rendah. Kemampuan berpikir kreatif siswa dengan adversity quotient sedang lebih baik daripada siswa dengan adversity quotient rendah. 3) Pada kategori adversity quotient, Problem Based Learning memberikan kemampuan berpikir kritis siswa yang lebih baik daripada Problem Posing dan pembelajaran langsung. Problem Posing memberikan kemampuan berpikir kritis siswa lebih baik daripada pembelajaran  langsung. Pada kategori adversity quotient, Problem Posing memberikan kemampuan berpikir kreatif siswa lebih baik dari pada Problem Based Learning dan pembelajaran langsung. Problem Based Learning  memberikan kemampuan berpikir kreatif siswa yang lebih baik daripada pembelajaran  langsung. 4) Pada siswa yang diberi perlakuan model pembelajaran Problem Based Learning, Problem Posing dan pembelajaran langsung, kemampuan berpikir kritis dan kreatif siswa dengan adversity quotient tinggi lebih baik dari pada siswa dengan adversity quotient sedang dan rendah, serta siswa dengan adversity quotient sedang lebih baik dari pada siswa dengan adversity quotient rendah.

File Dokumen Tugas Akhir : abstrak.pdf
Harus menjadi member dan login terlebih dahulu untuk bisa download.
Halaman Cover Digilib.pdf
Bab I digilib.pdf
Bab II digilib.pdf
Bab III digilib.pdf
Bab IV digilib.pdf
Bab V digilib.pdf
Tambah file digilib.pdf
Daftar Pustaka digilib.pdf
Lampiran digilib.pdf
File Dokumen Karya Dosen : -
Status : Public
Pembimbing : 1. Dr. Mardiyana, M.Si.
2. Dr. Triyanto, M.Si
Catatan Umum :
Fakultas : Pascasarjana