Penulis Utama : Suwanti
Penulis Tambahan : -
NIM / NIP : C.0103048
Tahun : 2008
Judul : Gugon Tuhon Bahasa Jawa (suatu kajian etnolinguistik)
Edisi :
Imprint : Surakarta - FSSR - 2008
Kolasi :
Sumber : UNS-FSSR Jur. Sastra Daerah-C.0103048-2008
Subyek : BAHASA
Jenis Dokumen : Skripsi
ISSN :
ISBN :
Abstrak : ABSTRAK Penelitian ini berjudul Gugon Tuhon Bahasa Jawa (Suatu Kajian Etnolinguistik). Permasalahan dalam penelitian ini meliputi tiga hal, yaitu: 1) bagaimanakah bentuk gugon tuhon bahasa Jawa, 2) bagaimanakah fungsi gugon tuhon bahasa Jawa, 3) bagaimanakah makna gugon tuhon bahasa Jawa. Tujuan penelitian ini adalah 1) mendeskripsikan bentuk gugon tuhon bahasa Jawa, 2) mendeskripsikan fungsi gugon tuhon bahasa Jawa, 3) mendeskripsikan makna gugon tuhon bahasa Jawa. Penelitian ini bersifat deskriptif kualitatif yaitu mendeskripsikan data-data kebahasaan terutama mengenai gugon tuhon bahasa Jawa yang kemudian dianalisis berdasarkan bentuk, fungsi, dan maknanya. Data penelitian ini berupa data tulis yang berasal dari buku-buku berbahasa Jawa yang memuat tentang gugon tuhon bahasa Jawa. Pengumpulan data menggunakan teknik pustaka dan teknik catat yaitu menyimak sumber data tertulis yang berupa buku-buku yang memuat gugon tuhon bahasa Jawa kemudian mencatatnya. Analisis data menggunakan metode distribusional dan metode padan. Data dianalisis menggunakan metode distribusional dengan teknik BUL, sedangkan metode padan menggunakan metode padan referensial dan pragmatis. Hasil yang ditemukan dalam penelitian ini adalah 1) bentuk GTBJ terdiri dari : a) GTBJ dengan pewatas aja ‘jangan’, b) GTBJ dengan frasa ora ilok di depan kalimat, c) GTBJ dengan pewatas aja ‘jangan’ & frasa ora ilok ‘tidak pantas’, d) GTBJ dengan frasa ora ilok ‘ tidak pantas’ di belakang kalimat, e) GTBJ yang tidak menggunakan kata aja ‘jangan’& frasa ora ilok ‘ tidak pantas’, f) GTBJ yang menggunakan kata mundhak ‘ nanti’.Pada GTBJ dengan pewatas aja ‘jangan’ dan ora ilok ‘tidak pantas’ letaknya tidak dapat dipermutasi, dan pewatas aja ‘jangan’ tidak dapat bergabung dengan nomina, dan tidak dapat di letakkan di belakang kalimat, sedangkan pewatas dengan frasa ora ilok ‘tidak pantas’ letaknya bebas bisa di depan maupun di belakang. Pada GTBJ yang tidak menggunakan kata aja ‘jangan’ atau frasa ora ilok ‘tidak pantas’, tidak dapat diganti, sehingga bentuknya dan maknanya tetap, 2) Fungsi GTBJ antara lain a) nasihat dalam etika sopan santun, b) nasihat untuk berpikir, c) nasihat untuk menjaga kebersihan, d) nasihat etika untuk wanita & berumah tangga, d) nasihat dalam makan, e) nasihat dalam etika tidur, 3) GTBJ mempunyai dua makna yaitu a) makna leksikal, b) makna kultural.
File Dokumen : Tidak ada file dalam dokumen ini.
File Jurnal : -
Status : Public
Pembimbing : 1. Drs. Sujono, M.Hum
2. Dra. Dyah Padmaningsih, M.Hum
Catatan Umum :
Fakultas : Fak. Sastra dan Seni Rupa