Penulis Utama : Suwarsi
Penulis Tambahan : -
NIM / NIP : C.0103049
Tahun : 2008
Judul : Pemakaian bahasa Jawa oleh masyarakat petani di Kecamatan Kunduran Kabupaten Blora (suatu tinjauan sosiolinguistik)
Edisi :
Imprint : Surakarta - FSSR - 2008
Kolasi :
Sumber : UNS-FSSR Jur. Sastra Daerah-C.0103049-2008
Subyek : BAHASA
Jenis Dokumen : Skripsi
ISSN :
ISBN :
Abstrak : ABSTRAK 2008. Permasalahan yang dibahas dalam penelitian ini, yaitu (1) Bagaimanakah bentuk pemakaian bahasa Jawa oleh masyarakat petani di Kecamatan Kunduran Kabupaten Blora?, (2) Bagaimanakah fungsi pemakaian bahasa Jawa oleh masyarakat petani di Kecamatan Kunduran Kabupaten Blora?, (3) Faktor apa sajakah yang melatarbelakangi pemakaian bahasa Jawa oleh masyarakat petani di Kecamatan Kunduran Kabupaten Blora?. Tujuan penelitian ini adalah: (1) mendeskripsikan bentuk pemakaian bahasa Jawa oleh masyarakat petani di Kecamatan Kunduran Kabupaten Blora, (2) mendeskripsikan fungsi pemakaian bahasa Jawa oleh masyarakat petani di Kecamatan Kunduran Kabupaten Blora, (3) mendeskripsikan faktor-faktor yang melatarbelakangi pemakaian bahasa Jawa oleh masyarakat petani di Kecamatan Kunduran Kabupaten Blora. Untuk mencapai tujuan penelitian ini digunakan pendekatan sosiolinguistik dengan menerapkan prinsip tingkat tutur, ragam bahasa, dan kontak bahasa. Penelitian ini mengambil lokasi di wilayah Kecamatan Kunduran Kabupaten Blora, dengan memilih enam titik pengamatan yang dipilih berdasarkan kriteria kualitatif. Data primer yang berupa data lisan diperoleh dari informan berupa tuturan bahasa Jawa. Data sekunder diperoleh dari daftar pertanyaan, kamus, dan buku-buku yang berhubungan dengan penelitian ini. Populasi dalam penelitian ini berupa keseluruhan tuturan BJ dengan segala aspeknya yang digunakan oleh penutur BJ di daerah titik pengamatan. Sedangkan sampel dalam penelitian ini berupa tuturan yang ditetapkan dalam instrumen penelitian, titik pengamatan, dan informan terpilih. Pengumpulan data dilakukan dengan metode simak dan cakap. Metode simak menggunakan teknik dasar sadap dengan teknik lanjutannya berupa teknik simak libat cakap dan teknik simak bebas libat cakap. Metode cakap dilakukan dengan teknik dasar berupa teknik pancing dan teknik lanjutannya berupa teknik cakap semuka, teknik rekam, dan teknik catat. Metode analisis yang digunakan adalah metode distribusional dan metode padan. Adapun metode penyajian hasil data yang digunakan pada penelitian ini adalah formal dan informal. Berdasarkan hasil analisis dan pembahasan dalam penelitian ini, bentuk pemakaian bahasa masyarakat petani Kecamatan Kunduran Kabupaten Blora ditemukan bentuk Tingkat Tutur (TT) antara lain, TT Krama, TT Madya,dan TT Ngoko. Bentuk kontak bahasa yang meliputi alih kode (AK), campur kode (CK), dan interferensi. Alih kode yang ditemukan berupa alih kode BJ ke dalam BI, alih kode BI ke dalam BJ, dan alih kode B Arb ke dalam BJ. Campur kode yang ditemukan berupa campur kode kata dan campur kode perulangan kata. Interferensi yang ditemukan, yaitu interferensi fonologi, interferensi leksikal, dan interferensi morfologi. Bentuk ragam bahasa antara lain ragam suasana dan ragam komunikasi. Ragam suasana meliputi ragam informal, serta ragam komunkasi yaitu ragam ringkas. Ragam bahasa informal dapat dilihat dalam bentuk aferesis dan sinkope. Aferesis yaitu perubahan bentuk ragam penghilangan bunyi pada bagian awalnya. Sinkope adalah perubahan bentuk ragam penghilangan bunyi pada bagian tengah kata. Berdasarkan penelitian ini, fungsi pemakaian bahasa masyarakat petani Kecamatan Kunduran Kabupaten Blora ditemukan fungsi tingkat tutur antara lain, TT Krama, yaitu untuk menunjukkan rasa hormat terhadap mitra tutur serta mitra tutur memiliki status sosial yang lebih tinggi. Fungsi TT Madya, yaitu jarak antara penutur dengan mitra tutur tidak begitu dekat, memiliki status sosial yang berbeda, serta mencerminkan suasana yang tidak saling kenal. Fungsi TT Ngoko adalah tidak ada jarak antara penutur dengan mitra tutur, memiliki status sosial yang sama, serta mencerminkan suasana akrab. Fungsi kontak bahasa meliputi fungsi alih kode, campur kode, dan interferensi. Fungsi AK adalah untuk mempertegas maksud dan mempermudah tuturan yang diucapkan oleh penutur serta untuk menunjukkan rasa emosi pada diri penutur. Fungsi CK diantaranya bahasa yang digunakan bervariasi dan memperjelas maksud tuturan. Fungsi Interferensi di antaranya status sosial penutur tinggi, pengaruh modernisasi serta bahasa yang digunakan bervariasi. Fungsi ragam bahasa meliputi ragam informal dan ragam ringkas. Ragam informal, Aferesis berfungsi untuk mempermudah tuturan yang diucapkan. Sinkope berfungsi untuk menyederhanakan tuturan yang diucapkan dan mempersingkat tuturan. Fungsi ragam ringkas adalah tidak ada hal-hal khusus yang harus dijelaskan oleh penutur secara eksplisit. Adapun faktor yang melatarbelakangi pemakaian bahasa Jawa oleh masyarakat petani di Kecamatan Kunduran Kabupaten Blora ada 8 komponen, yaitu (1) Setting and scene, (2) Participants, (3) Ends, (4) Act sequences, (5) Key, (6) Instrumentalities, (7) Norm, dan (8) Genre.
File Dokumen : Tidak ada file dalam dokumen ini.
File Jurnal : -
Status : Public
Pembimbing : 1. Drs. Wakit Abdullah, M.Hum
2. Dra. Sri Mulyati, M.Hum
Catatan Umum :
Fakultas : Fak. Sastra dan Seni Rupa