Penulis Utama : Dono Nugroho
Penulis Tambahan : -
NIM / NIP :
Tahun : 2003
Judul : Analisis faktor-faktor yang mempengaruhi inflansi di Indonesia periode 1984-2002:4
Edisi :
Imprint : Surakarta - Fak. Ekonomi UNS - 2003
Kolasi :
Sumber : UNS-Fak. Ekonomi NIM.F0199027-2003
Subyek : INFLASI
Jenis Dokumen : Skripsi
ISSN :
ISBN :
Abstrak :

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah jumlah uang beredar, suku bunga SBI, nilai tukar rupiah terhadap dollar AS dan tingkat suku bunga LIBOR berpengaruh terhadap inflasi di Indonesia untuk periode 1984 kuartal 1 sampai 2002 kuartal 4. Inflasi merupakan salah satu peristiwa moneter yang penting dan hampir dijumpai di setiap negara. Inflasi yang melebihi angka dua digit, tidak hanya mengakibatkan harga-harga umum naik dan menurunkan nilai uang tetapi juga meningkatkan jumlah pengangguran, memperlebar jurang antara kaya dan miskin serta dapat menghilangkan kepercayaan masyarakat internasional (investor) terhadap kewibawaan pemerintah suatu negara. Indonesia pada masa krisis terutama tahun 1998 mengalami inflasi tertinggi semenjak orde baru berkuasa yaitu mencapai 77,6%. Menjelang akhir orde lama, Indonesia juga mengalami hiperinflasi yaitu tahun 1966 inflasi mencapai 635%. Secara psikologis inflasi merupakan hal yang menakutkan bagi masyarakat Indonesia. Penelitian ini merupakan analisis data sekunder, data yang digunakan adalah data deret waktu (time series) dari 1984 kuartal 1 hingga 2002 kuartal 4. Alat analisis yang digunakan adalah analisis model dinamis Error Corection Model (ECM) dimana inflasi sebagai variabel dependen sedangkan jumlah uang beredar, tingkat suku bunga SBI, nilai tukar rupiah terhadap dollar AS (kurs), LIBOR  sebagai variabel independen. Sehubungan dengan masalah tersebut diajukan hipotesis yakni sebagai berikut : adanya hubungan positif antara jumlah uang beredar, nilai tukar rupiah terhadap dollar AS, dan LIBOR terhadap inflasi dan terdapat hubungan negatif antara suku bunga SBI dengan inflasi. Hasil analisis dengan menggunakan metode OLS dalam model koreksi kesalahan (ECM) menunjukkan bahwa jumlah uang beredar dan kurs dalam jangka panjang berpengaruh positif terhadap tingkat inflasi hal ini sesuai dengan hipotesis, dengan nilai koefisien adalah 2,538408 (jub) dan 0,754873 (kurs). Suku bunga SBI pada jangka panjang juga mempunyai pengaruh positif terhadap tingkat inflasi dengan koefisien sebesar 0,211611, hal ini tidak sesuai dengan hipotesis. Pengaruh LIBOR terhadap inflasi dalam jangka panjang bernilai negatif dengan besar -0,251719 koefisien hal ini tidak sesuai dengan hipotesis yang diajukan. Saran yang diberikan berkaitan dengan hasil penelitian yang dilakukan adalah pihak otoritas moneter harus mampu mengendalikan jumlah uang beredar dan menjaga stabilitas kurs dalam upaya pengendalian tingkat inflasi, karena dua variabel ini mempunyai pengaruh yang besar terhadap tingkat inflasi. Suku bunga SBI sebagai alat OPT, dalam menetapkannya harus memperhatikan tingkat inflasi karena ternyata tingkat suku bunga SBI berpengaruh positif terhadap inflasi. LIBOR sebagai faktor eksternal perlu mendapat perhatian karena mempunyai pengaruh yang negatif terhadap tingkat inflasi.

File Dokumen :

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Trying to get property of non-object

Filename: page/dok_detail.php

Line Number: 147

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Trying to get property of non-object

Filename: page/dok_detail.php

Line Number: 148

abstrak.pdf
Harus menjadi member dan login terlebih dahulu untuk bisa download.
File Jurnal : -
Status : Non Public
Pembimbing : 1. Riwi Sumantyo, SE ME
Catatan Umum :
Fakultas : Fak. Ekonomi dan Bisnis