Penulis Utama : Toni Eko Sucahyo
Penulis Tambahan : -
NIM / NIP :
Tahun : 2005
Judul : Pengaruh PMDN, PMA, tenaga kerja dan ekspor terhadap pertumbuhan ekonomi (menggunakan indikator PDRB) di Propinsi Jawa Tengah (1986.I-2002.IV)
Edisi :
Imprint : Surakarta - Fak. Ekonomi UNS - 2005
Kolasi :
Sumber : UNS-Fak. Ekonomi NIM.F0100067-2005
Subyek : EKONOMI, KEADAAN
Jenis Dokumen : Skripsi
ISSN :
ISBN :
Abstrak :

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah PMDN, PMA, Tenaga Kerja dan Ekspor berpengaruh terhadap Pertumbuhan Ekonomi Propinsi Jawa Tengah. Penelitian ini merupakan analisis terhadap data sekunder. Data yang digunakan adalah data deret waktu (time series) dari tahun 1986 kuartal I sampai tahun 2002 kuartal IV. Alat analisis yang digunakan adalah model dinamis Partial Adjustment Model (PAM), di mana pertumbuhan ekonomi menggunakan indikator Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) sebagai variabel dependen dan PMDN, PMA, Tenaga Kerja (L) dan Ekspor (X) sebagai variabel independen. Hipotesis yang diajukan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut : PMDN, PMA, Tenaga Kerja (L) dan Ekspor (X) berpengaruh positif terhadap Pertumbuhan Ekonomi (PDRB) Propinsi Jawa dalam jangka pendek dan jangka panjang. Berdasarkan uji Partial Adjustment Model (PAM) bahwa dalam jangka pendek semua variabel, yaitu: PMDN, PMA, L dan X secara bersama-sama berpengaruh secara signifikan terhadap Pertumbuhan Ekonomi (PDRB) Propinsi Jawa Tengah. Tetapi secara parsial, hanya variabel PMA dan Tenaga Kerja yang berpengaruh signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi (PDRB) Propinsi Jawa Tengah. Besarnya koefisien regresi konstanta model PAM jangka pendek sebesar -3,3992. Hal ini berarti dalam jangka pendek pertumbuhan ekonomi (PDRB) sebesar -3,3992 juta Rupiah tanpa dipengaruhi oleh PMDN, PMA, L dan X. Jika PMDN dan PMA masing-masing naik 1%, maka pertumbuhan ekonomi (PDRB) akan naik masing-masing sebesar 0,0032% (inelastis) dan 0,0071% (inelastis). Pertumbuhan ekonomi (PDRB) akan naik 1% bila L naik sebesar 0,3119% (inelastis). Demikian juga pertumbuhan ekonomi (PDRB) naik sebesar 1% apabila X naik sebesar 0,0266% (inelastis). Pengujian dengan model PAM menunjukan besarnya koefisien penyesuaian adalah sebesar = (1 – 0,864) = 0,136. Hal ini menunjukan bahwa 13,6% merupakan perbedaan antara pertumbuhan ekonomi yang sebenarnya dengan pertumbuhan ekonomi yang diinginkan tercapai dalam satu periode. Dengan nilai koefisien ini menunjukan bahwa dalam jangka panjang masing-masing koefisien lebih besar dibanding koefisien dalam jangka pendek. Besarnya koefisien regresi konstanta dalam jangka panjang sebesar -25,0078. Hal ini berarti bahwa pertumbuhan ekonomi (PDRB) dalam jangka panjang adalah -25,0078 juta Rupiah tanpa dipengaruhi PMDN, PMA, L dan X. Nilai koefisien elastisitas jangka panjang masing-masing variabel adalah: PMDN = 0,0238 (inelastis), PMA = 0,0522 (inelastis), L = 2,2948 (elastis), dan X = 0,1956 (inelastis). Saran yang diberikan dalam penelitian ini antara lain, untuk mengalakkan investasi swasta (PMDN dan PMA). (i) Pemerintah harus tetap meningkatkan iklim investasi yang kondusif bagi terlaksananya berbagai proyek investasi. Langkah yang ditempuh antara lain dengan penyederhanan birokrasi dalam proses penanaman modal, keterpaduan koordinasi kebijakan investasi di tingkat pusat dan daerah, stabilitas ekonomi yang mantap, penegakan supermasi hukum, penambahan dan perawatan infrastruktur, serta faktor keamanan yang kondusif. (ii) Mengoptimalkan sistem informasi yang lengkap dan mudah di akses, yang berguna untuk mempromosikan potensi suatu daerah sehingga akan membuka peluang investasi. Sementara dalam rangka peningkatan mutu tenaga kerja, langkah yang harus ditempuh ialah (i) Pemerintah harus dapat mengalokasikan dana pendidikan yang lebih besar dalam APBD. (ii) Pemerintah dapat mendorong sektor swasta untuk berinvestasi pada sumber daya manusia (human capital investment). Terakhir dalam upaya peningkatan peranan ekspor, (i) pemerintah harus meningkatkan jumlah komoditas ekspor yang kandungan bahan baku impornya rendah dan prosesnya dikuasai oleh pihak domestik. (ii) Meningkatkan ketrampilan dan keahlian tenaga kerja dalam upaya meningkatkan kualitas komoditas ekspor yang berdaya saing tinggi. (iii) Meningkatkan pengembangan sektor UKM yang berorientasi ekspor. Untuk itu pemerintah dapat memberikan kebijakan berupa penyederhanaan birokrasi ekspor, peningkatan daya saing ekspor dan memberikan kredit ekspor untuk pengembangan modal, khususnya kemudahan persyaratan untuk memperoleh kredit dari lembaga keuangan formal.

File Dokumen :

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Trying to get property of non-object

Filename: page/dok_detail.php

Line Number: 147

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Trying to get property of non-object

Filename: page/dok_detail.php

Line Number: 148

abstrak.pdf
Harus menjadi member dan login terlebih dahulu untuk bisa download.
File Jurnal : -
Status : Non Public
Pembimbing :
Catatan Umum :
Fakultas : Fak. Ekonomi dan Bisnis