Penulis Utama : Bayu Sigit Prasetyawan
Penulis Tambahan : -
NIM / NIP : C.0501012
Tahun : 2009
Judul : Strategi pembangunan desa Kepatihan, kecamatan Selogiri, kabupaten Wonogiri Tahun 1997 / 2001
Edisi :
Imprint : Surakarta - FSSR - 2009
Kolasi :
Sumber : UNS-FSSR Jur. Seni Rupa-C.0501012-2009
Subyek : STRATEGI PEMBANGUNAN
Jenis Dokumen : Skripsi
ISSN :
ISBN :
Abstrak : ABSTRAK Permasalahan yang dibahas dalam penelitian ini, yaitu (1) Bagaimanakah strategi pembangunan di Desa Kepatihan, Kec. Selogiri, Kab. Wonogiri tahun 1997 / 2001? (2) Bagaimanakah pelaksanaan pembangunan di Desa Kepatihan, Kec. Selogiri, Kab. Wonogiri tahun 1997 / 2001? (3) Bagaimanakah kendala pembangunan di Desa Kepatihan, Kec. Selogiri, Kab. Wonogiri tahun 1997-2001? Tujuan penelitian ini adalah (1) Untuk mengetahui strategi pembangunan di Desa Kepatihan, Kec. Selogiri, Kab. Wonogiri tahun 1997 / 2001. (2) Untuk mengetahui pelaksanaan pembangunan di Desa Kepatihan, Kec. Selogiri, Kab. Wonogiri tahun 1997-2001. (3) Untuk mengetahui kendala pembangunan di Desa Kepatihan, Kec. Selogiri, Kab. Wonogiri tahun 1997 / 2001. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode sejarah. Metode sejarah meliputi empat tahap, yaitu heuristik, kritik, interpretasi, dan historiografi. Informasi-informasi yang terkumpul dikritik sehingga menghasilkan fakta-fakta. Fakta-fakta tersebut diinterpretasikan dan kemudian ditulis dalam sebuah cerita sejarah/historiografi. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan beberapa hal : Strategi pembangunan di Desa Kepatihan tahun 1997 / 1998, dengan pendekatan top down dan sistem yang sentralistik terbukti tidak membuahkan hasil optimal. Implementasi pendekatan pembangunan memberikan ruang yang kecil bagi masyarakat untuk berpartisipasi. Setelah reformasi tahun 1999 / 2001, pemerintah mulai responsif dengan meluncurkan beberapa program yang melibatkan masyarakat secara aktif dengan mekanisme bottom up. Salah satunya Program Pembangunan Kecamatan (PPK), program pembangunan wilayah dan pedesaan dengan tujuan utamanya mengurangi kemiskinan dengan meningkatkan pemberdayaan masyarakat desa menerapkan pendekatan partisipatif (participatory approach) di wilayah administrasi pemerintah kecamatan. Pelaksanaan pembangunan di Desa Kepatihan tahun 1997 / 1998, terjadi peningkatan aksesibilitas dari pusat desa ke wilayah pelayanan. Strategi ini ditujukan untuk meningkatkan fungsi pusat desa dengan alternatif kegiatan ekonomi potensial. Pelaksanaan pembangunan tahun 1999-2001, terjadinya eforia masyarakat desa yang membahana sebagai imbas dari gelombang protes untuk reformasi di level nasional pada tahun 1998. Peristiwa ini relatif baru sebagai pertanda delegitimasi kekuasaan, runtuhnya mitos pamong desa, dan bangkitnya semangat kontrol masyarakat desa terhadap pemerintahan desa. Kendala pembangunan di Desa Kepatihan tahun 1997/1998, waktu pelaksanaan perumusan rencana yang dirasakan terlalu pendek. Hal ini terutama berkaitan dengan upaya menggali potensi yang tidak didapat dari data sekunder akibat buruknya sistem administrasi pemerintahan. Kendala pembangunan tahun 1999/2001, perencanaan berlangsung dari bawah (bottom up) yang kemudian dibawa naik ke kabupaten, tetapi praktiknya selalu terjadi manipulasi sehingga aspirasi dari bawah tidak menjadi preferensi bagi pembuatan keputusan di level kabupaten.
File Dokumen : abstrak.pdf
Harus menjadi member dan login terlebih dahulu untuk bisa download.
Bayu Sigit Prasetyawan.pdf
File Jurnal : -
Status : Public
Pembimbing : 1. Dra. Sawitri Pri Prabawati, M.Pd
Catatan Umum : 2106/2009
Fakultas : Fak. Sastra dan Seni Rupa