Penulis Utama : Ristiyaningtyas Maharani
Penulis Tambahan : -
NIM / NIP :
Tahun : 2005
Judul : Penanda kohensi gramatikal dan leksikal dalam wacana Santapan pada surat kabar wawasan
Edisi :
Imprint : Surakarta - Fak. Sastra UNS - 2005
Kolasi :
Sumber : UNS-Fak. Sastra NIM.C0200022-2005
Subyek : BAHASA INDONESIA-TATA BAHASA
Jenis Dokumen : Skripsi
ISSN :
ISBN :
Abstrak :

Penelitian ini berjudul Penanda Kohesi Gramatikal dan Leksikal dalam wacana ”Santapan” pada surat kabar “Wawasan”. Penelitian ini merupakan jenis penelitian kualitatif yang bersifat deskriptif. Ancangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah ancangan struktural dengan metode distribusional. Penelitian ini mempunyai tiga rumusan masalah yaitu (1) bagaimana kepaduan wacana “Santapan” dilihat dari kohesi gramatikalnya, (2) bagaimana kepaduan wacana “Santapan” dilihat dari kohesi leksikalnya, (3) bagaimana tingkat kekohesifan dalam wacana “Santapan”. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan kepaduan wacana “Santapan” dilihat dari kohesi gramatikal, leksikal, dan tingkat kekohesifan dalam wacana “Santapan”. Surat kabar di atas digunakan sebagai sumber data. Populasinya adalah keseluruhan wacana yang berbentuk tuturan atau ujaran tertulis yang terdapat dalam wacana “Santapan” pada surat kabar Wawasan, sedangkan sebagai sampelnya adalah tuturan atau kalimat-kalimat dalam wacana “Santapan” pada surat kabar Wawasan yang di dalamnya terdapat penanda kohesi gramatikal dan leksikal. Pengambilan sampel dilakukan dengan cara purposive sampling. Pengklasifikasian data dalam penelitian ini berdasarkan atas jenis kohesi gramatikal dan leksikal dari masing-masing data yang terdapat dalam wacana ”Santapan” pada surat kabar Wawasan. Adapun penganalisisan data digunakan teknik substitusi, elipsis, dan parafrasis. Dari hasil analisis data dapat diambil beberapa simpulan bahwa kepaduan wacana “Santapan” terjalin melalui dua penanda kohesi, yaitu PK gramatikal yang terdiri dari (1) PK referensi yang dibagi menjadi dua, yaitu PK referensi demonstratif dan persona yang kesemuanya bersifat anafora, (2) PK substitusi yang ditandai adanya bentuk yang berkedudukan sebagai “pengganti” yang terdapat pada bagian S dan bentuk yang berkedudukan sebagai “terganti” yang terdapat pada bagian KB, (3) PK elipsis ditandai adanya unsur yang dilesapkan yang ditandai dengan simbol ¿ (zero), (4) PK konjungsi ditandai oleh hadirnya kata penghubung yang menghubungkan kalimat-kalimat antara bagian KB dengan S dan PK leksikal yang terdiri dari (1) PK repetisi yang terdiri dari tiga macam repetisi, yaitu pengulangan penuh, dengan perubahan bentuk, dan sebagian, (2) PK sinonim yang ditandai oleh hadirnya kata atau frasa yang memiliki kesamaan atau kemiripan, (3) PK antonim yang ditandai oleh kata-kata yang menunjukkan oposisi makna berlawanan. PK antonim dalam wacana ini ada dua, yaitu oposisi mutlak dan oposisi kutub, (4) PK kolokasi yang ditandai oleh adanya kata-kata yang “bersanding” atau dalam asosiasi yang sama, dan (5) PK homonim ditandai oleh hadirnya kata-kata yang “memayungi” kata yang lain atau kata yang menjadi superordinat dari kata-kata yang lain. Selain itu, wacana yang kohesif dan koheren merupakan wacana yang paling banyak digunakan dalam wacana “Santapan”, jika dibandingkan dengan wacana yang kohesif tetapi tidak koheren.

File Dokumen :

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Trying to get property of non-object

Filename: page/dok_detail.php

Line Number: 147

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Trying to get property of non-object

Filename: page/dok_detail.php

Line Number: 148

abstrak.pdf
Harus menjadi member dan login terlebih dahulu untuk bisa download.
File Jurnal : -
Status : Non Public
Pembimbing : 1. Dra. Hesti Widyastuti, M. Hum
Catatan Umum : Bab IV tidak dapat dibuka karena filenya rusak
Fakultas : Fak. Sastra dan Seni Rupa