PERANG DIPONEGORO (1825-1830) DAN PENGARUHNYA TERHADAP KONDISI POLITIK DAN EKONOMI DI YOGYAKARTA
Oleh :
Teguh Susendro

Tujuan Penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan : (1) latar belakang terjadinya perang Diponegoro, (2) kronologis perang Diponegoro, (3) dampak politik pasca perang Diponegoro bagi kasultanan Yogyakarta, (4) dampak ekonomi pasca perang Diponegoro bagi kasultanan Yogyakarta

Penelitian ini menggunakan metode historis. Langkah-langkah yang ditempuh dalam metode historis ada empat tahap kegiatan, yaitu heuristik, kritik, interpretasi dan historiografi. Sumber data yang digunakan adalah sumber tertulis yang meliputi dokumen atau arsip, ensiklopedi dan buku-buku. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah teknik studi pustaka. Analisis data yang digunakan adalah analisis historis yaitu analisis yang mengutamakan ketajaman dalam menginterpretasikan fakta sejarah.

Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa: (1) Latar belakang perang Diponegoro di akibatkan oleh dua sebab yaitu sebab khusus dan sebab umum. Sebab khusus yaitu terjadinya insiden pancang. Pancang-pancang yang di pasang melintasi tanah Diponegoro di Tegalrejo sebagai tanda akan dibuatnya jalan baru, menjadi konflik terbuka antara Smissaert-Danurejo melawan Diponegoro yang melibatkan kekuatan bersenjata. Sebab umum yaitu kebijakan-kebijakan yang diberlakukan oleh para kolonial di Jawa seperti Daendels memberlakukan peraturan mengenai etiket perilaku yang meminta kedudukannya disejajarkan dengan Sultan, Raffles yang kemudian dilanjutkan oleh pemerintahan Komisaris Jenderal dengan kebijakan-kebijakan dibidang agraria ternyata menimbulkan pertentangan dan penderitaan baik bagi bangsawan maupun rakyat jelata, melemahnya kekuasan raja yang ditandai dengan demoralisasi di dalam kerajaan Yogyakarta merupakan rentetan masalah yang menyebabkan terjadinya perang Diponegaro. (2) Kronologis perang Diponegoro. Perang yang dimulai tanggal 20 Juli 1825 sacara resmi berakhir melalui tipu daya, perang yang berlangsung dihampir seluruh Jawa ini sempat membuat kewalahan pemerintahan Belanda. Perjuangan Diponegoro mengalami kesulitan dan mulai melemah setelah startegi benteng stelsel yang dilakukan oleh Belanda ternyata efektif meredam perlawanan Diponegoro dan para pengikut Diponegaro seperti Kiai Mojo, Pangeran Mangkubumi, Sentot Prawirodirdjo bersedia berunding dan menyerah kepada Belanda. Perlawanan Diponegoro dapat dihentikan tanggal 20 Maret 1830 melalui tipu daya yang dilakukan oleh Belanda di Magelang. (3) Dampak politik bagi kasultanan Yogyakarta pasca perang Diponegoro yang terlihat adalah dominasi politik serta campur tangan Belanda dalam mempengaruhi pemerintahan Sultan Hamengku Buwono V semakin kuat (4) Dampak ekonomi bagi kasultanan Yogyakarta, rakyat semakin menderita dan miskin. Bagi kehidupan istana dampak perang membuat kondisi keuangan istana semakin sulit.

Links

News

About

Perpustakaan Digital adalah sebuah sistem yang memiliki berbagai layanan dan obyek informasi yang mendukung akses obyek informasi melalui perangkat digital.