PENGARUH METODE PEMBELAJARAN QUANTUM LEARNING TERHADAP PRESTASI BELAJAR MATEMATIKA PADA POKOK BAHASAN SISTEM PERSAMAAN LINIER DUA VARIABEL DITINJAU DARI MINAT BELAJAR MATEMATIKA SISWA KELAS II SMP NEGERI 16 SURAKARTA TAHUN AJARAN 2005/2006
Oleh :
Purwanto
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui: (1) apakah pembelajaran matematika pada pokok bahasan sistem persamaan linier dua variabel dengan menggunakan metode quantum learning menghasilkan prestasi belajar matematika yang lebih baik jika dibandingkan dengan menggunakan metode konvensional, (2) manakah yang memberikan prestasi belajar yang lebih baik, antara siswa yang mempunyai minat belajar tinggi, minat belajar sedang dan minat belajar rendah dalam mempelajari pokok bahasan sistem persamaan linier dua variabel, (3) apakah terdapat interaksi yang signifikan antara metode pembelajaran dan minat belajar siswa terhadap prestasi belajar matematika pada pokok bahasan sistem persamaan linier dua variabel. Penelitian ini menggunakan metode penelitian eksperimental semu kuantitatif. Populasi pada penelitian ini adalah seluruh siswa kelas II semester II SMP Negeri 16 Surakarta tahun ajaran 2005/2006 dengan jumlah 197 siswa, sedangkan sampel yang dipilih secara cluster random sampling adalah kelas IIE sebagai kelompok eksperimen dengan jumlah 39 siswa dan kelas IIC sebagai kelompok kontrol dengan jumlah 41 siswa. Data yang digunakan untuk uji keseimbangan adalah nilai raport mata pelajaran matematika semester I kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Data variabel prestasi belajar matematika dikumpulkan menggunakan metode tes prestasi belajar matematika pada pokok bahasan sistem persamaan linier dua variabel, sedangkan data variabel minat belajar matematika dikumpulkan menggunakan metode angket. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis variansi dua jalan dengan sel tak sama, yang dilakukan setelah memenuhi uji normalitas yang dilakukan dengan menggunakan metode Lilliefors dan uji homogenitas yang dilakukan dengan menggunakan metode Bartlett. Berdasarkan kajian teori dan hasil perhitungan pada analisis variansi dua jalan dengan sel tak sama diperoleh hasil: (1) tidak terdapat perbedaan pengaruh yang signifikan antara penerapan metode pembelajaran quantum learning dengan metode pembelajaran konvensional terhadap prestasi belajar matematika pada pokok bahasan sistem persamaan linier dua variabel (Fa = 1,7933 < 3,92 = F0.05;1;71 = Ftabel) dengan taraf signifikasi 5% artinya pada pokok bahasan sistem persamaan linier dua variabel kelompok siswa yang dikenai metode pembelajaran quantum learning memiliki prestasi belajar matematika yang sama dengan kelompok siswa yang dikenai metode pembelajaran konvensional; atau dengan kata lain penerapan metode pembelajaran pada pokok bahasan sistem persamaan linier dua variabel belum memberikan pengaruh yang lebih baik terhadap prestasi belajar matematika dibandingkan dengan metode konvensional; (2) tidak terdapat perbedaan pengaruh yang signifikan antara siswa yang mempunyai minat belajar matematika tinggi, minat belajar matematika sedang dan minat belajar matematika rendah terhadap prestasi belajar matematika pada pokok bahasan sistem persamaan linier dua variabel (Fb = 2,0645 < 3,07 = F0.05;2;71 = Ftabel) dengan taraf signifikasi 5%, artinya pada pokok bahasan sistem persamaan linier dua variabel siswa yang mempunyai minat belajar matematika tinggi, minat belajar matematika sedang maupun minat belajar matematika rendah memperoleh prestasi belajar matematika yang sama; (3) tidak terdapat interaksi antara metode pembelajaran dan minat belajar matematika terhadap prestasi belajar matematika pada pokok bahasan sistem persamaan linier dua variabel (Fab = 0,9129 < 3,07 = F0.05;2;71 = Ftabel) dengan taraf signifikasi 5%. Berdasarkan hasil analisis variansi dua jalan dengan sel tak sama yang memberikan kesimpulan semua H0 diterima, maka uji lanjut anava, baik uji komparasi rataan antar kolom maupun uji komparasi rataan antar sel pada baris yang sama tidak perlu dilakukan.

Links

News

About

Perpustakaan Digital adalah sebuah sistem yang memiliki berbagai layanan dan obyek informasi yang mendukung akses obyek informasi melalui perangkat digital.