Abstrak
PERANAN AKTIVITAS UNPLUGGED POLY-UNIVERSE LOGIC GAMES TERHADAP PERKEMBANGAN COMPUTATIONAL THINKING SISWA SEKOLAH DASAR
Oleh :
Meidy Yolandia - K3521041 - Fak. KIP
Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengidentifikasi kegiatan unplugged
Poly-Universe yang mempengaruhi kemampuan Computational Thinking (CT)
serta (2) mengidentifikasi kegiatan unplugged dari Poly-Universe telah
mempengaruhi kemampuan siswa untuk berpikir secara algoritma dan logis dalam
konteks CT. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif dengan cara
pengambilan data melalui teknik observasi dan wawancara. Sumber data
penelitian ini meliputi siswasiswi SD kelas III-V di Sekolah Alam Solo Raya
sebanyak 10 orang. Teknik pengambilan sampel dilakukan dengan purpose
sampling. Teknik uji validitas yang dilakukan adalah triangulasi metode dan
triangulasi sumber data. Analisis penelitian ini menggunakan bantuan software
bernama Atlas.ti. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aktivitas unplugged Poly
Universe terlihat menunjukkan kelima indikator CT, yakni Abstraksi,
Generalisasi, Algoritma, Modularitas, dan Dekomposisi. Siswa mampu memilah
elemen berdasarkan ciri visual, menyesuaikan pola sebelumnya dengan tugas
baru, menyusun langkah-langkah secara berurutan dan melakukan koreksi,
menggabungkan bagian-bagian kecil menjadi struktur yang lebih kompleks, serta
memecah tugas besar menjadi tahapan sederhana. Selain itu, kemampuan berpikir
algoritmik siswa terlihat melalui dua bentuk strategi, yaitu strategi intuitif berbasis
visual dan strategi sistematis berbasis prosedur. Kedua strategi tersebut
berkontribusi pada terbentuknya penalaran logis yang lebih terarah, reflektif, dan
iteratif. Secara keseluruhan, kegiatan Poly-Universe menunjukkan berkontribusi
dalam meningkatkan kemampuan cara berpikir terstruktur dan logis siswa,
sehingga relevan untuk dimanfaatkan sebagai sarana pembelajaran yang
mendukung pengembangan CT pada tingkat sekolah dasar. Disarankan bagi
pendidik untuk memanfaatkan PolyUniverse sebagai media pembelajaran
alternatif yang mampu melatih keterampilan berpikir kritis, sistematis, dan kreatif.
Melalui aktivitas sederhana namun fleksibel, siswa dapat dibiasakan menyusun
pola pikir algoritmik sejak dini. Penelitian lebih lanjut diperlukan untuk
memperkuat temuan dengan jumlah partisipan yang lebih besar dan jenjang
pendidikan yang berbeda.