Latar belakang mengeksplorasi teknik ecoprint dan batik untuk produk selendang dengan memanfaatkan tanaman di sekitar hunian pada lahan tak terurus sebagai pewarna alami, yaitu daun jati, marenggo, jarak wulung sebagai pewarna alami.
Metode pendekatan yang digunakan yaitu metode penciptaan seni kriya menurut Gustami, yang mencakup tiga tahap yaitu tahap eksplorasi(penggalian sumber ide, pengumpulan sumber referensi, untuk mendapatkan material solusi dalam perancangan, tahap perancangan(visualisasi gagasan dalam bentuk deskripsi verbal dengan beberapa pertimbangan dari berbagai aspek meliputi aspek material, aspek teknik, aspek estetika, aspek fungsi dan diteruskan dalam bentuk 6 sketsa alternatif) dan tahap perwujudan(mewujudkan 1 sketsa alternatif kedalam bentuk karya).
Hasil eksplorasi pewarnaan alami batik, daun jati menghasilkan warna ungu muda dengan fiksasi jeruk nipis, jarak wulung menghasilkan warna coklat dengan fiksasi kapur, dan daun marenggo menghasilkan warna pink pucat dengan fiksasi tawas. 5 kali pencelupan masing-masing 30 menit. Perubahan warna didapatkan ketika batik selesai dilorod.
Kata Kunci: Pewarna alam, selendang batik, batik ecoprint