;

Abstrak


Fragmentasi Struktur Berfikir Siswa Kelas X SMA Negeri 2 Sragen Dalam Menyelesaikan Permasalahan Materi Sistem Persamaan Linier Dua Variabel Ditinjau Dari Self Efficacy


Oleh :
Hanifah Indi Aziz - S851902011 - Sekolah Pascasarjana

Fragmentasi strukstur berfikir siswa merupakan kesalahan berfikir siswa. Dalam penelitian ini kami ingin mengetahui bagaiaman cara berfikir siswa dalam menyelesaikan soal dalam penerapan sehari – hari. Penelitian ini bertujuan : 1) untuk mengetahui fragmentasi struktur berfikir siswa kelas X SMA Negeri 2 Sragen dalam menyelesaikan permasalahan materi sistem persamaan linier dua variabel ditinjau dari tingkat Self Efficacy.; (2) Untuk mengetahui dampak fragmentasi struktur berfikir siswa kelas X SMA Negeri 2 Sragen dalam menyelesaikan permasalahan materi sistem persamaan linier dua variabel ditinjau dari tingkat Self Efficacy. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif deskriptif. Subjek penelitian terdiri atas 3 siswa dari kelas X SMA Negeri 2 Sragen yang dipilih menggunakan purposive sampling. Pemilihan subjek penelitian berdasarkan informasi guru, hasil pekerjaan siswa dan sesuai dengan tingkat efikasi diri. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah angket, tes, dan wawancara. Validasi data dilakukan dengan triangulasi metode. Teknik analisis data yang akan dilakukan adalah analisis data kualitatif model interaktif. Berdasarkan hasil penelitian menemukan bahwa kesalahan subjek dalam menyelesaikan permasalahan meliputi krontruksi konsep missing information dan parsial insight. (1) Siswa dengan efikasi diri tinggi menguasai indikator kontruksi konsep matematis yaitu membuat atau menarik analogi dari variabel yang digunakan dan menyusun persamaan maupun sistem persamaan linier dua variabel, memberikan penjelasan dengan model matematika sistem persamaan linier dua variabel, menyajikan pernyataan matematika secara gambar,manipulasi matematika dengan melakukan operasi aljabar pada model matematika sistem persamaan linier dua variabel, dan menarik simpulan dengan menjawab solusi dari sistem persamaan linier dua variabel serta mendapatkan perhatian karena jika tidak segera diatasi hal tersebut akan berdampak ke masalah matematika yang lain. (2)Siswa dengan efikasi diri sedang menguasai indikator kontruksi konsep matematis yaitu membuat atau menarik analogi dari variabel yang digunakan dan menyusun sistem 

persamaan linier dua variabel, memberikan penjelasan dengan model

matematika sistem persamaan linier dua variabel, menyajikan pernyataan

matematika secara gambar sistem persamaan linier dua variabel, dan

Manipulasi matematika dengan melakukan operasi aljabar pada model

matematika sistem persamaan linier dua variabel serta mendapatkan

perhatian karena jika tidak segera diatasi hal tersebut akan berdampak ke masalah matematika yang lain. Dampak lebih jauhnya adalah melemahkan kepercayaan diri dan motivasi siswa dalam menyelesaikan masalah sistem persamaan linier dua variabel. (3)Siswa dengan efikasi diri rendah menguasai indikator kontruksi konsep matematis yaitu Membuat atau menarik analogi dari variabel yang digunakan dan menyusun sistem persamaan linier dua variabel dan memberikan penjelasan dengan model matematika sistem persamaan linier dua variabel serta mendapatkan perhatian karena jika tidak segera diatasi hal tersebut akan berdampak ke masalah matematika yang lain. Dampak lebih jauhnya adalah melemahkan kepercayaan diri dan motivasi siswa dalam menyelesaikan masalah sistem persamaan linier dua variabel. Akibat lainnya yaitu memunculkan kecemasan terhadap matematika