Abstrak
Integrasi Nilai-nilai Humanisme Dalam Pembelajaran Sejarah di SMA Negeri 7 Surakarta
Oleh :
Rosa Estri Kinasih - K4422065 - Fak. KIP
ABSTRAK.
Rosa Estri Kinasih. K4422065. INTEGRASI NILAI-NILAI HUMANISME
DALAM PEMBELAJARAN SEJARAH DI SMA NEGERI 7 SURAKARTA.
Skripsi, Surakarta: Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Sebelas
Maret. Mei 2026.
Tujuan Penelitian ini adalah untuk (1) menganalisis tingkat pemahaman guru
sejarah mengenai nilai-nilai humanisme dalam pembelajaran sejarah di SMA Negeri 7
Surakarta. (2) mengidentifikasi integrasi nilai-nilai humanisme dalam pembelajaran
sejarah di SMA Negeri 7 Surakarta. (3) menganalisis hambatan dalam
mengintegrasikan nilai-nilai humanisme terhadap pembentukan karakter peserta didik
di SMA Negeri 7 Surakarta.
Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif yang merujuk pada satu
fenomena dan pengalaman yang berupa kata-kata tertulis atau lisan dari orang-orang
tertentu atau perilaku yang diamati dengan langkah-langkah tertentu yang terjadi di
lapangan.Sumber data yang digunakan adalah tempat, peristiwa, informan, dan
dokumen. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah purposive sampling.
Untuk mencari validitas data digunakan dua teknik triangulasi sumber dan triangulasi
metode. Teknik analisis yang digunakan adalah analisis interaktif, yaitu proses analisis
yang bergerak di antara tiga komponen yang meliputi reduksi data, penyajian data,
verifikasi atau penarikan kesimpulan.
Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan : (1) guru memiliki pemahaman
yang cukup baik mengenai nilai-nilai kemanusiaan atau humanisme, dan telah
menerapkan pembelajaran aktif dan interaktif didalam kelas sehingga pembelajaran
berpusat pada peserta didik. Hal ini menunjukan bahwa guru tidak lagi berperan
sebagai pusat pembelajaran, tetapi lebih menjadi fasilitator bagi peserta didik. (2)
pengintegrasian nilai-nilai kemanusiaan atau humanisme dilakukan melalui diskusi
kelas yang memusatkan peserta didik agar lebih aktif selama proses pembelajaran,
untuk membentuk karakter setiap individu. implementasi nilai-nilai humanisme dinilai
cukup efektif hingga sangat efektif dalam membentuk karakter peserta didik.
Efektivitas tersebut terlihat dari meningkatnya kemampuan berpikir kritis, tumbuhnya
empati sejarah, serta berkembangnya sikap toleran dan kepekaan sosial siswa terhadap
isu-isu kemanusiaan. (3) sejumlah hambatan dalam pelaksanaannya, antara lain
keterbatasan waktu akibat padatnya target kurikulum, tuntutan penyelesaian materi,
kesulitan dalam menilai ranah afektif, keterbatasan literasi kritis peserta didik, serta
kecenderungan sumber belajar yang lebih menekankan aspek politik dan militer
dibandingkan sisi kemanusiaan.
Kata Kunci: Pembelajaran Sejarah, Humanisme, Karakter Peserta Didik