Abstrak
Dampak 1+N China Framework Policy terhadap Pola Permintaan Batubara dari Indonesia ke Tiongkok
Oleh :
Nadine Syandhana Risqul Fidry - D0422043 - Fak. ISIP
Kebijakan 1+N China Framework Policy merupakan strategi Tiongkok untuk
mencapai target puncak emisi karbon pada tahun 2030 dan netralitas karbon pada tahun
2060, yang berpotensi mempengaruhi permintaan energi fosil, khususnya batubara dari
Indonesia sebagai salah satu eksportir utama dunia. Penelitian ini bertujuan untuk
menganalisis dampak kebijakan tersebut terhadap permintaan batubara Indonesia oleh
Tiongkok pada periode 2020–2024. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif
deskriptif dengan memanfaatkan data primer yaitu hasil wawancara dengan praktisi
industri dan sekunder berupa laporan resmi, statistik perdagangan. Analisis dilakukan
menggunakan kerangka Multiple Stream Framework (MSF) untuk memahami
keterkaitan antara arus masalah, kebijakan, dan politik dalam pembentukan kebijakan
energi Tiongkok. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kebijakan 1+N China
Framework Policy tidak memberikan dampak signifikan terhadap penurunan
permintaan batubara Indonesia dalam jangka pendek. Permintaan tetap tinggi karena
dipengaruhi oleh pemulihan ekonomi pascapandemi COVID-19, keterbatasan
stabilitas energi terbarukan domestik, serta ketidakpastian pasar energi global akibat
faktor geopolitik. Struktur pasar yang bersifat buyer-driven menempatkan kebijakan
energi Tiongkok sebagai faktor utama dalam menentukan volume impor batubara.
Selain itu, ditemukan fenomena emission relocation, di mana Tiongkok berupaya
menekan emisi domestik namun tetap mendukung pembangunan PLTU captive di
Indonesia untuk menopang industri smelter dalam rantai pasok global. Kondisi ini
menunjukkan adanya kesenjangan antara komitmen lingkungan global Tiongkok dan
praktik investasi energi di luar negeri, sehingga Indonesia berperan sebagai wilayah
produksi yang menanggung beban emisi karbon.