Abstrak


Tingkat Pendapatan Berusaha Sendiri dan Non-Performing Financing (NPF): Analisis Empiris pada BPRS di Indonesia Periode 2016-2024


Oleh :
Suci Pinasti - F0322126 - Fak. Ekonomi dan Bisnis

Penelitian ini mengkaji pengaruh tingkat pendapatan berusaha sendiri terhadap Non-Performing Financing (NPF) pada Bank Perekonomian Rakyat Syariah (BPRS) di Indonesia selama periode 2016–2024. Berlandaskan pada Asymmetric Information Theory, penelitian ini berargumen bahwa tingkat pendapatan berusaha sendiri pada level provinsi dapat berfungsi sebagai sinyal yang dapat diobservasi guna mengurangi asimetri informasi antara BPRS dan nasabah pembiayaannya yang mayoritas merupakan pelaku usaha mikro dan kecil. Dengan menggunakan data panel dari 144 BPRS dengan 1.296 observasi serta Fixed Effect Model dengan robust clustered standard error sebagai metode estimasi, hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat pendapatan berusaha sendiri berpengaruh negatif dan signifikan terhadap NPF, yang mengindikasikan bahwa provinsi dengan rata-rata pendapatan berusaha sendiri yang lebih tinggi cenderung memiliki tingkat pembiayaan bermasalah yang lebih rendah. Temuan ini mengindikasikan bahwa indikator pendapatan regional dapat berfungsi sebagai early warning indicator sekaligus melengkapi penilaian kredit pada level individu, khususnya dalam konteks nasabah yang tidak memiliki dokumentasi keuangan formal yang memadai. Penelitian ini berkontribusi pada literatur empiris mengenai determinan NPF pada BPRS di Indonesia dan memberikan implikasi praktis bagi kebijakan pembiayaan berbasis penilaian risiko regional.