Abstrak


Tindak Tutur Mengkritik dan Strategi Ketidaksantunan Warganet dalam @tempodotco tentang Program Makan Bergizi Gratis (MBG)


Oleh :
Adristi Aris Fahristi - B0222001 - Fak. Ilmu Budaya

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh hadirnya program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang memunculkan berbagai kontroversi dalam pelaksanaannya. Kondisi tersebut mendorong masyarakat untuk menyampaikan pendapat di ruang digital, salah satunya melalui tuturan mengkritik yang kerap disertai ketidaksantunan. Selain itu, terdapat perbedaan pola tuturan antara komunikasi di media sosial yang minim kontrol sosial dengan tuturan dalam interaksi secara langsung. Oleh sebab itu, rumusan masalah dalam penelitian ini adalah: (i) bagaimana realisasi tindak tutur mengkritik warganet yang terdapat dalam komentar unggahan mengenai MBG di akun Instagram @tempodotco? (ii) bagaimana realisasi strategi ketidaksantunan tindak tutur mengkritik warganet tentang MBG di akun Instagram @tempodotco? Penelitian ini bertujuan untuk: (i) mendeskripsikan bentuk-bentuk tindak tutur mengkritik warganet dalam komentar tentang MBG pada akun Instagram @tempodotco, serta (ii) mendeskripsikan realisasi strategi ketidaksantunan dalam tuturan mengkritik tersebut.Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan pragmatik. Sumber data berupa akun Instagram @tempodotco, dengan data penelitian berupa tuturan tertulis dalam kolom komentar yang mengandung unsur tindak tutur mengkritik dan strategi ketidaksantunan pada Januari 2025 – Maret 2026. Data dikumpulkan melalui metode simak dengan teknik catat, dianalisis menggunakan metode kontekstual, dan disajikan secara informal. Penelitian ini menggunakan teori tindak tutur mengkritik Nguyen (2005) dan teori ketidaksantunan Culpeper (1996). Hasil penelitian menunjukkan bahwa tindak tutur mengkritik terealisasi dalam dua bentuk utama, yaitu tindak tutur mengkritik langsung dan tindak tutur mengkritik tidak langsung. Temuan ini didominasi oleh tindak tutur mengkritik langsung jenis penilaian negatif, diikuti ketidaksetujuan, pernyataan masalah, konsekuensi, dan pernyataan kesulitan. Pada tindak tutur mengkritik tidak langsung saran perubahan sebagai bentuk yang paling dominan, diikuti menunjukkan standar, tuntutan perubahan, permintaan perubahan, nasihat perubahan, dan koreksi. Pada penelitian ini tidak ditemukan tindak tutur mengkritik ekspresi harapan dan bentuk mengandaikan. Kemudian, ditemukan penggunaan strategi ketidaksantunan yang meliputi, ketidaksantunan tanpa basa-basi, ketidaksantunan positif yang meliputi penggunaan julukan dan kata tabu. Adapun ketidaksantunan negatif yang terdiri dari mencaci, menghina, merendahkan, meremehkan, dan menakut-nakuti. Pada penelitian ini tidak ditemukan penggunaan strategi ketidaksantunan sarkasme dan menahan kesantunan.