Abstrak


Pengaruh Tingkat Pendidikan dan Pendapatan Orang Tua terhadap Kualitas Hidup Pasien Epilepsi Anak


Oleh :
Monika Putri Gratia - G0015160 - Fak. Kedokteran

Latar Belakang: Epilepsi sebagai salah satu penyakit saraf kronis pada anak dipercaya memiliki dampak pada penurunan kualitas hidup pasien. Adanya gangguan neurologis dan tumbuh kembang, ditambah pula stigma yang buruk dari masyarakat terhadap pasien epilepsi dapat mempengaruhi berbagai aspek kehidupan pasien mencakup aspek fisik, emosional, kognitif, dan keadaan sosial. Banyak faktor yang terlibat pada kualitas hisup pasien epilepsi anak, baik dari keadaan klinis pasien maupun keadaan demografis keluarga seperti pendapatan orang tua, pendidikan orang tua, jumlah anak, dan usia orang tua. Dengan memahami kualitas hidup pasien epilepsi, bisa menuntun dalam pembuatan keputusan tatalaksana yang akan dilakukan. Melihat latar belakang tersebut penulis tertarik untuk mengetahui dan meneliti mengenai pengaruh tingkat pendidikan dan pendapatan orang tua terhadap pasien epilepsi anak dengan menggunakan kuisioner PedsQL untuk mengukur kualitas hidup pasien. Metode: Penelitian yang dilakukan merupakan jenis penelitian observasional analitik dengan pendekatan potong lintang. Sampel merupakan pasien epilepsi yang melakukan pemeriksaan di poli saraf anak Cempaka RSUD Dr. Moewardi Surakarta. Pengambilan sampel dilakukan dengan metode consecutive sampling dengan jumlah sampel 50 orang. Data kemudian dianalisis dengan analisis bivariat berupa uji korelasi Spearman dan analisis multivariat uji regresi linier berganda. Hasil: Pasien epilepsi anak sebagian besar (66.0%) memiliki kualitas hidup yang rendah. Namun pengaruh tingkat pendidikan dan pendapatan orang tua dinyatakan tidak signifikan secara statistik (p = 0.961, p = 0.281). Simpulan: Tingkat pendidikan dan pendapatan orang tua tidak berpengaruh terhadap kualitas hidup pasien epilepsi  anak.   Kata Kunci: Epilepsi, Kualitas Hidup, Pendidikan Orang Tua, Pendapatan Orang Tua