Abstrak


HUBUNGAN DINAMIKA KELOMPOK DENGAN PARTISIPASI ANGGOTA P3A DALAM PENGELOLAAN JARINGAN IRIGASI TERSIER KAPANEWON WATES KULON PROGO


Oleh :
Fasa Yunita - H0422039 - Fak. Pertanian

Irigasi merupakan faktor yang sangat penting dalam mendukung keberhasilan pertanian. Pemerintah Kabupaten Kulon Progo melalui Peraturan Bupati Kulon Progo Nomor 30 Tahun 2024 Tentang Tata Tanam Tahunan Periode 2024-2025 mewajibkan untuk membentuk Perkumpulan Petani Pemakai Air (P3A) dengan pola tanam padi–padi–palawija di seluruh kapanewon. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji kondisi dinamika kelompok P3A, partisipasi anggota P3A dalam pengelolaan jaringan irigasi tersier, perbedaan dinamika kelompok antara kelompok P3A yang aktif dan P3A kurang aktif, serta hubungan antara dinamika kelompok dengan partisipasi anggota P3A dalam pengelolaan jaringan irigasi tersier di Kapanewon Wates Kabupaten Kulon Progo. Penelitian ini menggunakan metode dasar deskriptif analisis dengan pendekatan kuantitatif. Metode penentuan lokasi dengan purposive yaitu di Kapanewon Wates Kabupaten Kulon Progo. Sampel penelitian ini berjumlah 105 petani dan ditentukan dengan proportional random sampling. Metode pengumpulan data yang digunakan yaitu wawancara, observasi, dan dokumentasi. Analisis data menggunakan Uji Beda Mann-Withney dan Uji Korelasi Rank Spearman dengan program aplikasi IBM SPSS versi 25. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) terdapat perbedaan yang signifikan antara kelompok aktif dan kelompok kurang aktif pada unsur dinamika kelompok, tujuan kelompok, struktur kelompok, fungsi tugas, pembinaan dan pemeliharaan kelompok, kekompakan kelompok, tekanan kelompok, keefektifan kelompok, serta suasana kelompok. Tidak terdapat perbedaan yang signifikan pada agenda terselubung antara kelompok P3A yang aktif dan kelompok P3A yang kurang aktif. (2) terdapat hubungan yang sangat signifikan pada seluruh unsur dinamika kelompok dengan partisipasi anggota dalam pengelolaan jaringan irigasi tersier. Unsur agenda terselubung memiliki arah hubungan yang negatif, sementara unsur yang lainnya memiliki arah hubungan yang positif.