Dyah Nur Fadillah. B0222027. 2026. Abreviasi dalam Takarir Akun Instagram @kemendikdasmen. Skripsi: Program Studi Sastra Indonesia Fakultas Ilmu Budaya Universitas Sebelas Maret.
Alasan yang mendasari penelitian ini dilakukan adalah munculnya penerapan abreviasi di media sosial Kemendikdasmen yang disebabkan adanya pembatasan takarir dalam sekali unggahan, sehingga berpotensi mengembangkan jenis dan pola abreviasi terbaru.
Permasalahan dalam penelitian ini adalah: (i) bagaimana jenis-jenis abreviasi bahasa Indonesia dalam takarir akun Instagram @kemendikdasmen? dan (ii) bagaimana pola abreviasi bahasa Indonesia dalam takarir akun Instagram @kemendikdasmen?Tujuan penelitian ini adalah: (i) mendeskripsikan jenis-jenis abreviasi bahasa Indonesia dalam takarir akun Instagram @kemendikdasmen dan (ii) mendeskripsikan pola abreviasi bahasa Indonesia dalam takarir akun Instagram @kemendikdasmen.
Data penelitian yaitu kalimat pada takarir media sosial Instagram @kemendikdasmen yang mengandung abreviasi. Sumber data berasal dari takarir akun Instagram @kemendikdasmen. Rentang waktu penelitian selama bulan November 2024 hingga November 2025.
Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif deskriptif dengan pendekatan morfologi tentang proses abreviasi milik Bauer dan Kridalaksana yang berfokus pada analisis jenis dan pola abreviasi. Data disediakan dengan metode simak yang dilanjutkan dengan teknik catat. Analisis data memanfaatkan metode agih dilanjutkan dengan menggunakan teknik BUL dengan menerapkan teknik ubah ujud parafrasal dan untuk penyajian hasil analisis data disusun secara formal dan informal.
Simpulan dari penelitian ini adalah: (i) jenis abreviasi yang muncul pada takarir akun Instagram @kemendikdasmen berjumlah 5 jenis, meliputi singkatan 57 data, akronim 47 data, kontraksi 10 data, lambang huruf 2 data, dan penggalan 2 data, selanjutnya terdapat jenis abreviasi lain yaitu penggabungan atas kependekan sebanyak 13 data dan penyingkatan atas kependekan sebanyak 2 data; dan (ii) pola yang muncul pada tiap jenis abreviasi berbeda-beda jumlahnya, seperti singkatan memunculkan 6 pola, akronim memunculkan 4 pola dengan tambahan 6 pola baru, kontraksi memunculkan 3 pola, lambang huruf dengan 2 pola, serta penggalan dengan 1 pola, kemudian pola penggabungan atas kependekan ditemukan 3 jenis penggabungan meliputi singkatan dan akronim dengan 3 pola, singkatan dan singkatan dengan 2 pola, akronim dan akronim dengan 1 pola serta pola penyingkatan atas kependekan ditemukan singkatan di dalam akronim dengan 2 pola pembentukan.