;

Abstrak


Pengaruh Konstruk Social Cognitive Theory dan Modal Sosial terhadap Perilaku Tidak Merokok pada Remaja Sekolah Menengah Pertama di Kabupaten Boyolali


Oleh :
Budi Santoso - S022408005 - Fak. Kedokteran

ABSTRAK  Latar Belakang: Perilaku merokok pada remaja masih menjadi masalah kesehatan masyarakat karena sebagian besar perokok memulai kebiasaan tersebut sejak usia sekolah. Social Cognitive Theory dan modal sosial merupakan pendekatan yang menjelaskan bahwa perilaku kesehatan dipengaruhi oleh interaksi faktor individu dan lingkungan sosial. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh konstruk Social Cognitive Theory dan modal sosial terhadap perilaku tidak merokok pada remaja Sekolah Menengah Pertama di Kabupaten Boyolali.Metode: Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif observasional analitik dengan desain cross sectional. Penelitian dilakukan pada 240 remaja Sekolah Menengah Pertama di Kabupaten Boyolali yang dipilih menggunakan teknik stratified random sampling. Variabel independen meliputi observational learning, self-efficacy, outcome expectation, environmental influences, trust, social norms, dan social networks, sedangkan variabel dependen adalah perilaku tidak merokok. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner yang telah diuji validitas dan reliabilitas. Analisis data dilakukan secara univariat, bivariat menggunakan uji chi-square, dan multivariat menggunakan regresi logistik ganda.Hasil: Hasil analisis multivariat menunjukkan bahwa self-efficacy, social norms, dan social networks berpengaruh signifikan terhadap perilaku tidak merokok pada remaja Sekolah Menengah Pertama. Sebaliknya, observational learning, outcome expectation, environmental influences, dan trust tidak menunjukkan pengaruh yang signifikan. Variabel social networks merupakan faktor yang paling dominan memengaruhi perilaku tidak merokok dengan nilai AOR= 8,273, CI 95%= 3,339 hingga 20,501; p= 0,001, yang menunjukkan bahwa remaja dengan jaringan sosial yang positif memiliki peluang sekitar delapan kali lebih besar untuk berperilaku tidak merokok dibandingkan remaja dengan jaringan sosial yang rendah.Kesimpulan: Perilaku tidak merokok pada remaja Sekolah Menengah Pertama di Kabupaten Boyolali dipengaruhi oleh self-efficacy, social norms, dan social networks. Penguatan efikasi diri, pembentukan norma sosial antirokok, dan pengembangan jaringan sosial yang sehat melalui keluarga, sekolah, dan teman sebaya perlu menjadi fokus dalam upaya pencegahan perilaku merokok pada remaja. Kata kunci: Social Cognitive Theory, modal sosial, perilaku tidak merokok, remaja Sekolah Menengah Pertama.