Abstrak
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN EXPERIENTIAL LEARNING PADA MATERI ASAM DAN BASA UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR DAN KETERAMPILAN BERPIKIR KRITIS SISWA KELAS XI SMA N 4 SURAKARTA
Oleh :
Febri Yogi Pratama - K3319031 - Fak. KIP
Febri Yogi Pratama, K3319031. Pembimbing I: Lina Mahardiani, S.T., M.M.,
M.Sc., Ph.D. Pembimbing II: Dr., Budi Hastuti, S.Pd., M.Si. PENGARUH
MODEL PEMBELAJARAN EXPERIENTIAL LEARNING PADA MATERI
ASAM DAN BASA UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR DAN
KETERAMPILAN BERPIKIR KRITIS SISWA KELAS XI SMA N 4
SURAKARTA. Skripsi, Surakarta: Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan
Universitas Sebelas Maret, Juli 2025.
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh model pembelajaran
Experiential Learning (EL) terhadap (1) hasil belajar siswa, (2) keterampilan
berpikir kritis siswa, (3) hasil belajar dan keterampilan berpikir kritis siswa.
Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif kuasi eksperimen dengan
desain post-test control group melibatkan 72 siswa kelas XI SMA, terdiri atas kelas
eksperimen yang menerapkan EL dan kelas kontrol yang menggunakan Discovery
Learning (DL). Data hasil belajar ranah pengetahuan diperoleh melalui soal
post-test uraian, sedangkan ranah sikap dan psikomotor diukur menggunakan
lembar observasi oleh tiga observer. Analisis data mencakup uji normalitas,
homogenitas, dan uji hipotesis dengan IBM SPSS Statistics 25. Pada nilai
keterampilan berpikir kritis, didapatkan rata-rata nilai kelas kontrol (73,03%) yang
lebih rendah jika dibandingkan dengan kelas eksperimen (86,69%). Capaian
tertinggi dari kedua kelas sama-sama pada indikator “mengajukan dan menjawab
pertanyaan klarifikasi dan tantangan,” dengan nilai 100%. Capaian ranah
pengetahuan pada kelas eksperimen (86,73%) secara signifikan (p < 0,05) lebih
tinggi dibanding kelas kontrol (76,28%). Secara keseluruhan, DL lebih unggul pada
indikator yang bersifat hafalan, yaitu “Siswa mampu menyebutkan dan
menjelaskan jenis – jenis indikator asam dan basa,“ sedangkan EL lebih unggul
pada indikator yang bersifat praktik, seperti “Diberikan beberapa data hasil
percobaan trayek pH suatu larutan. Siswa mampu menentukan rentang pH suatu
larutan dari analisis data tersebut.” Pada ranah sikap, rata-rata kelas eksperimen
mencapai 97,69 % dengan indikator tertinggi pada aspek gotong royong sedangkan
pada kelas kontrol 80,40 %. Begitu pula ranah psikomotor, skor rata-rata
eksperimen 89,12 % melebihi kontrol 67,13 %. Berdasarkan hasil tersebut, model
EL direkomendasikan sebagai pendekatan pembelajaran yang efektif untuk materi
kimia abstrak, khususnya asam-basa pada jenjang SMA, terlebih pada pelajaran
yang ingin difokuskan pada aktivitas praktikum dan pengalaman nyata.
Pembelajaran berbasis pengalaman nyata ini mampu menciptakan lingkungan
belajar yang aktif, kontekstual, dan mendukung perkembangan kompetensi
abad 21. Sedangkan DL cocok untuk pembelajaran kimia yang bersifat hafalan
dengan kelebihannya yang lebih hemat waktu.