Abstrak


PRARANCANGAN PABRIK BIODIESEL DARI REFINED BLEACHED DEODORIZED PALM OIL (RBDPO) DAN METANOL DENGAN KATALIS NaOH KAPASITAS 200.000 TON/TAHUN


Oleh :
Anandya Fatin Nabila - I0522008 - Fak. Teknik

Anandya Fatin Nabila, Myta Karuniawati, 2026, Prarancangan Pabrik Biodiesel dari Refined Bleached Deodorized Palm Oil (RBDPO) dan Metanol dengan Katalis NaOH Kapasitas 200.000 Ton/tahun, Program Studi Sarjana Teknik Kimia, Fakultas Teknik, Universitas Sebelas Maret, Surakarta. Biodiesel merupakan bahan bakar terbarukan yang dihasilkan melalui reaksi transesterifikasi minyak nabati dengan alkohol sehingga menghasilkan metil ester yang memiliki karakteristik serupa dengan solar. Pabrik biodiesel dari RBDPO dan metanol dirancang memiliki kapasitas 200.000 ton/tahun bertujuan untuk memenuhi kebutuhan biodiesel di Indonesia. 1 kg produk biodiesel 97% membutuhkan 0,975 kg RBDPO, 0,155 kg CH3OH, 0,0099 kg NaOH, dan 0,012 kg H3PO4. Selain itu, dihasilkan produk samping 0,139 kg crude gliserol dan 0,013 kg limbah padat. Pabrik ini direncanakan beroperasi pada tahun 2028 di sekitar Kawasan Industri JIIPE, Manyar, Gresik, Jawa Timur. Metanol dari tangki penyimpanan (TK-101) dan NaOH dari silo (S-101) dialirkan menuju mixer (M-101) untuk dilarutkan sehingga membentuk natrium metoksida (NaOCH3). Campuran tersebut dan RBDPO dari tangki penyimpanan (TK-102) dialirkan menuju reaktor (R-101). Di dalam reaktor, terjadi reaksi transesterifikasi antara RBDPO dan metanol yang menghasilkan biodiesel dan crude glycerol sebagai hasil samping. Produk keluaran reaktor selanjutnya dipisahkan melalui dekanter (D-101) dan flash drum untuk memisahkan biodiesel, gliserol, serta me-recycle sisa metanol kembali ke proses. Biodiesel yang telah dimurnikan disimpan sebagai produk utama, sedangkan fase gliserol diolah lebih lanjut melalui proses netralisasi di netralizer (N-101) menggunakan H3PO4 untuk menghilangkan katalis NaOCH3 dan membentuk garam Na3PO4. Setelah itu, larutan hasil netralisasi dialirkan menuju crystallizer (CR-101) dan centrifuge (CF-101) untuk memisahkan kristal garam dan menghasilkan crude glycerol sebagai produk samping. Unit pendukung proses meliputi unit pengadaan air sebesar 0,421 m3/kg produk, listrik sebesar 0,027 kWh/kg produk, unit udara tekan dan udara kering sebesar 0,004 m3/kg produk, serta unit bahan bakar HSD dan IDO sebesar 0,002 L/kg produk dan 0,021 L/kg produk. Kualitas bahan baku dan produk juga dijaga sesuai spesifikasi dengan adanya laboratorium dan limbah yang dibuang dijaga agar sesuai dengan batasan yang ditetapkan pemerintah. Pabrik berbentuk Perseroan Terbatas (PT) dengan struktur organisasi line and staff. Sistem kerja karyawan dibagi berdasarkan jam kerja yang terdiri dari 104 orang karyawan shift dan 80 orang karyawan non-shift. Berdasarkan hasil analisis ekonomi, diperoleh payback period (PBP) dan discounted payback period (DPBP) selama 2,14 tahun dan 2,54 tahun, Rate of Return on Investment (ROROI) dan Discounted Cash-Flow Rate of Return (DCFROR) sebesar 52,05% dan 18,85%. Diperoleh juga evaluasi resiko berupa titik impas kapasitas pabrik atau biasa disebut Break Even Point (BEP) pada nilai 49,05% dan Shut Down Point (SDP) pada nilai 27,01%. Dapat disimpulkan dari analisis ekonomi tersebut, pabrik biodiesel dengan kapasitas 200.000 ton/tahun layak didirikan.