Abstrak


Konstruksi Sosial Toxic Masculinity PadaSiswa Jurusan Kuliner Smk Negeri 3 Sukoharjo


Oleh :
Wahyu Nur Azizah - D0322131 - Fak. ISIP

Fenomena toxic masculinity di kalangan remaja laki-laki menjadi isu yang semakinrelevan untuk dikaji dalam konteks pendidikan, khususnya pada lingkungansekolah kejuruan. Jurusan kuliner yang tidak lepas dari stereotip gender turutmenghadirkan dinamika tersendiri dalam pembentukan identitas maskulinitassiswa. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis konstruksi sosial toxicmasculinity pada siswa laki-laki Jurusan Kuliner di SMK Negeri 3 Sukoharjo,mengidentifikasi dimensi internal dan eksternal yang mempengaruhinya, sertamengkaji dampaknya terhadap pengalaman belajar dan interaksi sosial siswa.Penelitian ini menggunakan teori dari Peter L. Berger dan Thomas Luckmann danmerupakan penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Teknikpengumpulan data dilakukan melalui observasi, dokumentasi dan wawancaramendalam dengan mengambil tujuh siswa dengan kelas yang berbeda (X,XI,XII),Kepala sekolah, dua guru produktif kuliner, guru BK dan komite sekolah di jurusankuliner SMK N 3 Sukoharjo. Informan dalam penelitian ini dipilih secarapurposive, sehingga mampu memberikan informasi yang relevan dan mendalamterkait fenomena yang diteliti. Penelitian ini divalidasi menggunakan triangulasisumber data dan triangulasi teknik. Analisis data dengan model Analisis ModelInteraktif dari Miles and Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwakonstruksi sosial toxic masculinity terbentuk melalui pemahaman bahwa laki-lakiharus memenuhi standar maskulinitas tertentu, seperti tampil kuat, tidakmenunjukkan kelemahan, mampu menahan emosi, serta menghindari perilaku yangdianggap feminin. Konstruksi ini melalui tahapan dimensi internal munculnya toxicmasculinity terlihat dari adanya dorongan untuk tampil kuat, tidak ingin dianggaplemah, serta keinginan untuk diakui oleh lingkungan sebagai laki-laki yang ideal.Sementara itu, dimensi eksternal dipengaruhi oleh lingkungan masyarakat,keluarga, teman sebaya, serta media seperti acara televisi, TikTok, dan Instagramyang membentuk standar maskulinitas tertentu pada siswa laki-laki. Dampak toxicmasculinity terhadap pengalaman belajar dan interaksi sosial siswa Jurusan KulinerSMK Negeri 3 Sukoharjo memiliki sisi positif dan negatif. Dampak positifnya yaitudapat menjadi motivasi dan meningkatkan semangat berprestasi siswa, sedangkandampak negatifnya berupa tekanan mental, rasa minder, menurunnya kepercayaandiri, serta munculnya bullying verbal dalam lingkungan sosial siswa.