Latar Belakang: Systemic lupus erythematosus (SLE) merupakan penyakit autoimun yang ditandai disregulasi imun, salah satunya melalui penurunan transforming growth factor-beta 1 (TGF-β1). Penelitian ini menganalisis pengaruh injeksi sekretom sel punca mesenkimal tali pusat (umbilical cord mesenchymal stem cell, UC-MSC) terhadap kadar TGF-β1 dan indeks inflamasi sistemik pada pasien SLE aktivitas sedang.
Metode: Uji klinis acak terkontrol tersamar ganda dengan rancangan pretest-posttest control group dilaksanakan di RSUD Dr. Moewardi, Surakarta. Sebanyak 29 pasien perempuan dengan SLE aktivitas sedang (kriteria klasifikasi EULAR/ACR 2019) dialokasikan acak ke kelompok sekretom (n=15) atau kontrol (n=14). Kelompok sekretom menerima injeksi intramuskular sekali seminggu selama enam minggu, sedangkan kontrol menerima NaCl 0,9%. Kadar TGF-β1, systemic immune-inflammation index (SII), systemic inflammation response index (SIRI), dan pan-immune-inflammation value (PIV) diukur pada hari ke-0, ke-22, dan ke-43, dianalisis dengan repeated measures ANOVA atau uji Friedman disertai analisis post hoc; perbedaan antarkelompok dinilai melalui skor perubahan (delta).
Hasil: Karakteristik dasar sebanding (p>0,05). Pada kelompok sekretom, kadar TGF-β1 meningkat bermakna (median 594,93 menjadi 1.047,20 pg/mL; p<0 p=0,017), p=0,005), p=0,038), p=0,018), p=0,007) p=0,017). p=0,004). p=0,012).>
Simpulan: Injeksi sekretom UC-MSC meningkatkan TGF-β1 sekaligus menurunkan SIRI dan PIV, mengindikasikan pemulihan regulasi imun yang diikuti penurunan inflamasi sistemik sehingga TGF-β1, SIRI, dan PIV berpotensi menjadi penanda sederhana pemantauan respons terapi.