Abstrak


Hubungan Regulasi Emosi dengan Psychological Well-Being Pada Siswa Kelas 10 di Boarding School


Oleh :
Darren Alfonso - P0122060 - Fak. Psikologi

Masa transisi menuju kehidupan boarding school menghadirkan berbagai tantangan psikologis bagi siswa, terutama bagi siswa kelas 10 yang baru memasuki jenjang SMA. Tekanan akademik, tuntutan kedisiplinan, dan sistem pendidikan dengan aktivitas yang padat dapat mempengaruhi psychological well-being siswa dalam menyesuaikan diri dengan lingkungan baru. Regulasi emosi berperan penting dalam membantu individu menghadapi tekanan emosional tersebut, namun belum banyak penelitian yang meneliti hubungan keduanya pada konteks boarding school. Penelitian ini memiliki tujuan untuk menganalisis hubungan antara regulasi emosi dengan psychological well-being pada siswa kelas 10 di boarding school. Penelitian ini melibatkan sejumlah 69 siswa kelas 10 yang bersekolah di SMA Unggulan RUSHD. Metode pengumpulan data akan dilakukan melalui kuesioner yang disebarkan pada siswa melalui metode purposive sampling. Data akan dikumpulkan menggunakan dua instrumen psikometri yang telah teruji, yaitu Ryff’s Psychological Well-Being Scale (RPWB) untuk mengukur psychological well-being dan Emotion Regulation Questionnaire (ERQ) untuk mengukur regulasi emosi yang telah diadaptasi versi bahasa Indonesia. Hasil pengujian hipotesis menggunakan uji Spearman’s Rho menemukan bahwa tidak terdapat hubungan antara regulasi emosi dengan psychological well-being siswa (p = 0,616). Temuan ini mengindikasikan bahwa kemampuan regulasi emosi tidak memiliki hubungan yang berarti dengan psychological well-being siswa yang disebabkan oleh faktor usia siswa yang berada pada tahap remaja. Meskipun demikian, penelitian ini menemukan bahwa dimensi expressive suppression memiliki hubungan yang negatif dengan psychological well-being siswa, sedangkan dimensi cognitive reappraisal tidak menunjukan adanya hubungan. Hal tersebut dikarenakan remaja mengalami perkembangan dalam aspek kognitif, sosioemosi, dan juga fisik yang turut mempengaruhi efektivitas regulasi emosi. Penelitian ini berkontribusi dalam memperkaya literatur mengenai hubungan regulasi emosi dan psychological well-being yang dianalisis dalam konteks perkembangan remaja.