Abstrak
HUBUNGAN JUMLAH DAN DURASI PEMBERIAN OAE TERHADAP KEJADIAN KONSTIPASI PADA ANAK DENGAN EPILEPSI
DI RSUD DR. MOEWARDI SURAKARTA
Oleh :
Soraya Sahidha - S592208009 - Fak. Kedokteran
Pendahuluan: Konstipasi
merupakan salah satu komorbiditas pada anak epilepsi, namun kaitannya dengan
efek jumlah dan durasi pemberian obat antiepilepsi (OAE) belum mendapat
perhatian memadai. Tujuan penelitian ini mengkaji hubungan antara jumlah dan
durasi penggunaan OAE terhadap kejadian konstipasi.
Metode: Penelitian
obsevasional analitik dengan rancangan cross sectional. Subjek penelitian 45
pasien epilepsi usia 1-18 tahun di RSUD Dr. Moewardi Surakarta yang dipilih
secara konsekutif sesuai kriteria sampel. Data jumlah dan durasi penggunaan OAE
didapat dari rekam medis, sedangkan kejadian konstipasi dinilai langsung sesuai
Rome IV criteria. Variabel lain yang ikut diteliti meliputi usia, jenis
kelamin, dan status antropometri. Data-data dianalisis menggunakan uji fisher
exact pada kemaknaan p<0,05.
Hasil: Kejadian
konstipasi ditemukan sebanyak 15,6%. Kejadian konstipasi tersebut tidak terkait
dengan karakteristik pasien seperti usia, jenis kelamin, status antropometri,
pendidikan, dan tipe epilepsi. Kejadian konstipasi pada penggunaan OAE asam
valproat, fenitoin, carbamazepine, dan OAE lainnya masing-masing adalah
sebanyak 13,6%; 8,3%; 20,0%; dan 28,6%
sedangkan pada penggunaan clonazepam tidak ditemukan. Hasil uji fisher exact
penggunaan masing-masing jenis OAE dengan kejadian konstipasi diperoleh
p>0,05. Kejadian konstipasi pada monoterapi dan politerapi OAE sebanyak
18,2% dan 13,0% (p=0,699), sedangkan pada durasi pemberian ≤24 bulan dan >24
bulan sebanyak 7,7% dan 18,8% (p=0,654).
Kesimpulan: Jumlah
dan durasi penggunaan OAE tidak berhubungan dengan kejadian konstipasi pada
anak dengan epilepsi.