Abstrak


Hubungan Metode Persalinan pada Kehamilan Prematur dengan Luaran Neonatal di RSUD DR Moewardi


Oleh :
Brynaura Laveryant Tohadim - G0022053 - Fak. Kedokteran

Brynaura Laveryant Tohadim, G0022053, 2026. Hubungan Metode Persalinan pada Kehamilan Prematur dengan Luaran Neonatal di RSUD DR Moewardi Surakarta. Skripsi. Fakultas Kedokteran, Universitas Sebelas Maret, Surakarta.Latar Belakang: Metode persalinan pada kehamilan prematur sering dipertimbangkan untuk meminimalkan risiko komplikasi neonatal. Namun, bukti mengenai pengaruh metode persalinan terhadap luaran neonatal seperti skor APGAR, kebutuhan NICU, kejadian Respiratory Distress Syndrome (RDS), dan mortalitas neonatus masih bervariasi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara metode persalinan pada kehamilan prematur dengan luaran neonatal.Metode: Penelitian ini menggunakan metode observasional analitik dengan desain cross-sectional menggunakan data rekam medis ibu hamil premature dan neonatus tahun 2024 di RSUD DR Moewardi. Sampel dibagi menjadi dua kelompok: persalinan pervaginam (n = 22) dan persalinan perabdominal (n = 22). Analisis dilakukan menggunakan uji chi-square untuk menilai hubungan antara metode persalinan pada kehamilan premature dengan luaran neonatal.Hasil: Tidak terdapat hubungan yang signifikan antara metode persalinan pada kehamilan prematur dengan seluruh luaran neonatal: skor APGAR 1 menit (p=0,750), skor APGAR 5 menit (p=0,228), NICU admission (p=0,296), kejadian RDS (p=0,122), serta mortalitas neonatus kurang dari dua jam (p=0,073).Simpulan: Metode persalinan pada kehamilan premature tidak berhubungan secara signifikan dengan luaran neonatal yang mencakup skor APGAR 1 menit, skor APGAR 5 menit, NICU Admission, kejadian RDS, dan mortalitas neonatus (p>0,05)