;

Abstrak


Pengaruh regulasi emosi dan pengalaman mengajar terhadap kinerja guru dimoderasi oleh gender


Oleh :
Gemawati - S992202007 - Fak. KIP

Penelitian ini menyelidiki peran prediktif regulasi emosi dan pengalamanmengajar terhadap persepsi kinerja guru, dengan gender sebagai variabelmoderating. Penelitian menggunakan desain kuantitatif korelasional, datadikumpulkan dari 103 guru SMK Manajemen Bisnis di Kabupaten Sukoharjomelalui kuesioner online dan offline. Instrumen yang digunakan meliputi EmotionRegulation Questionnaire (ERQ), Instrumen Penilaian Kinerja Guru, dan dataadministratif masa jabatan mengajar. Analisis regresi hierarki digunakan untukmenguji hubungan prediktif, sementara efek moderasi diperiksa menggunakanistilah interaksi. Hasilnya menunjukkan bahwa regulasi emosi (Sig = 0.45, <0.05)dan lama pengalaman mengajar (Sig = 0.03, <0.05) secara signifikanmemprediksi persepsi kinerja guru, dengan regulasi emosi muncul sebagaiprediktor yang lebih kuat. Selain itu, gender ditemukan memoderasi hubunganantara regulasi emosi dan persepsi kinerja (Sig = 0,020, p <0,05), yangmenunjukkan bahwa guru perempuan memperoleh manfaat yang lebih besar dariketerampilan regulasi emosi dibandingkan guru laki-laki. Namun, gender tidakmemoderasi hubungan antara lama pengalaman mengajar dan persepsi kinerjaguru. Temuan ini menyoroti pentingnya pengembangan kompetensi emosionalguru sebagai faktor penentu utama kinerja profesional, di samping nilai akumulasipengalaman mengajar. Penelitian menunjukkan bahwa inisiatif pengembanganguru harus mengintegrasikan pendekatan sensitif gender, memastikan bahwaintervensi pelatihan dan kebijakan mengatasi dimensi psikologis dan pengalamandari kinerja guru. Implikasinya terhadap praktik dan kebijakan pendidikan dibahasdalam Tujuan Pembangunan Berkelanjutan untuk pendidikan berkualitas.