;

Abstrak


Perilaku Pencegahan Tersier Pada Lansia Dengan Hipertensi Ditinjau Dengan Information Motivation Behavioral Skill Model


Oleh :
Dewi Laraswati - S022408019 - Fak. Kedokteran

Latar belakang: Hipertensi merupakan masalah kesehatan dengan prevalensi tinggi pada lansia dan berisiko menyebabkan komplikasi serius seperti stroke dan gagal ginjal. Rendahnya perilaku pencegahan tersier berkontribusi terhadap peningkatan risiko komplikasi hipertensi. Model Information-Motivation-Behavioral Skills (IMB) menjelaskan bahwa perilaku kesehatan dipengaruhi oleh informasi, motivasi, dan keterampilan perilaku. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perilaku pencegahan tersier pada lansia hipertensi berdasarkan model IMB.Subjek dan Metode: Penelitian ini menggunakan desain observasional analitik dengan pendekatan cross-sectional. Sampel sebanyak 252 lansia hipertensi dipilih dengan teknik simple random sampling di Puskesmas Gambirsari dan Puskesmas Sibela Surakarta. Variabel penelitian meliputi informasi, motivasi, keterampilan perilaku, dan perilaku pencegahan tersier. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner yang telah di uji validitas dan reliabilitas serta analisis data multivariat menggunakan path analysis dengan STATA 13.Hasil: Terdapat pengaruh langsung dan signifikan informasi (b=4,32; CI 95%=2,20–6,43; p<0,001), motivasi (b=3,15; CI 95%=1,77–4,54; p<0,001), dan keterampilan perilaku (b=3,33; CI 95%=2,09–4,57; p<0,001) terhadap perilaku pencegahan tersier hipertensi lansia. Informasi (b=0,81; CI 95%=0,19–1,42; p=0,010) dan motivasi (b=1,49; CI= 0.88-1.11; p<0,001) berpengaruh tidak langsung terhadap perilaku pencegahan tersier hipertensi lansia melalui keterampilan perilaku. Simpulan: Penelitian ini menyimpulkan bahwa perilaku pencegahan tersier hipertensi pada lansia dipengaruhi oleh tingkat informasi, motivasi, dan keterampilan perilaku. Informasi dan motivasi yang baik juga berkontribusi dalam membentuk keterampilan perilaku yang pada akhirnya mendukung penerapan perilaku pencegahan tersier hipertensi.