Abstrak
PENGARUH EKSTRAK BUAH DELIMA (PUNICA GRANATUM) TERHADAP PLASENTA, GINJAL, DAN BERAT JANIN PADA TIKUS MODEL PREEKLAMSIA
Oleh :
Endang Sri Wahyuni - T502202011 - Fak. Kedokteran
Latar Belakang: Preeklamsia merupakan sindrom multisistem pada kehamilan
yang ditandai dengan hipertensi, proteinuria, disfungsi endotel, stres
oksidatif, inflamasi, gangguan perfusi uteroplasenta, dan luaran janin yang
buruk. Terapi yang tersedia masih berfokus pada pengendalian manifestasi klinis
dan pencegahan komplikasi, sehingga diperlukan kandidat terapi komplementer
yang menargetkan mekanisme dasar preeklamsia. Ekstrak buah delima (Punica
granatum) mengandung senyawa bioaktif dengan aktivitas antioksidan,
antiinflamasi, antihipertensi, dan vasoprotektif, sehingga
berpotensi dikaji sebagai terapi komplementer pada preeklamsia. Metode: Penelitian
ini merupakan eksperimen laboratorik in vivo dengan rancangan pre-test and
post-test with control group design. Tikus bunting Sprague Dawley
dibagi menjadi lima kelompok: hamil normal (NG), preeklamsia tanpa terapi (C−),
preeklamsia dengan MgSO₄ (C+), preeklamsia dengan ekstrak buah delima (T1), dan
preeklamsia dengan kombinasi MgSO₄ serta ekstrak buah delima (T2). Model
preeklamsia dibuat dengan induksi L-NAME 75 mg/kgBB/hari. Ekstrak
dikarakterisasi melalui uji fitokimia, GC-MS, LC-MS/MS QTOF, analisis molecular
docking, dan prediksi ADMET. Data dianalisis menggunakan uji statistik
sesuai distribusi dan karakteristik data. Hasil: Penelitian
ini menunjukkan bahwa pemberian ekstrak buah delima berpengaruh
bermakna terhadap kadar NF-κB, NO, diameter arteri spiralis, ekspresi KIM-1,
tekanan darah, proteinuria, rerata berat janin, dan berat total janin
(p<0,05), tetapi tidak berpengaruh bermakna terhadap kadar MDA (p=0,144) dan
jumlah janin (p=0,149). Dibandingkan kelompok preeklamsia tanpa terapi,
kelompok kombinasi MgSO₄ dan ekstrak buah delima menunjukkan perbaikan bermakna
pada kadar NF-κB (p=0,021), kadar NO (p=0,011), diameter arteri spiralis
(p=0,002), dan ekspresi KIM-1 (p=0,001), serta menunjukkan pola tekanan darah
dan proteinuria yang lebih terkontrol. Berat total janin pada kelompok
kombinasi juga lebih tinggi bermakna dibandingkan kelompok MgSO₄ (p=0,003).
Kesimpulan: Ekstrak
buah delima berpotensi sebagai kandidat terapi pendamping praklinik yang bekerja
melalui modulasi inflamasi, fungsi endotel, vaskular plasenta, cedera ginjal,
dan luaran janin. Efek terhadap MDA ditafsirkan sebagai
kecenderungan biologis.