Abstrak


Hubungan Keterhubungan Teman Sebaya dan Kejelasan Konsep Diri yang Dimediasi oleh Strategi Sosio-Kognitif Identitas pada Dewasa Awal


Oleh :
Tessalonika Diaz Wijaya - P0122234 - Fak. Psikologi

Masa dewasa awal (18-25 tahun) merupakan fase transisi kritis yang menuntut kejelasan konsep diri melalui proses eksplorasi identitas yang intens guna menentukan arah hidup yang stabil. Pencapaian identitas ini tidak hanya bergantung pada keterhubungan dengan teman sebaya sebagai dukungan sosial, tetapi juga melibatkan strategi sosio-kognitif individu dalam mengelola informasi diri. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menguji bagaimana strategi sosio-kognitif bisa memediasi hubungan keterhubungan teman sebaya dan kejelasan konsep diri. Responden dalam penelitian ini adalah individu dewasa awal yang berjumlah 513 (390 perempuan; Musia = 21,19; SDusia = 2,0) yang dikumpulkan melalui convenience sampling. Instrumen yang digunakan dalam penelitian adalah skala Keterhubungan Teman Sebaya (α = 0,734), Skala Kejelasan Konsep Diri (α = 0,916), dan Skala Strategi Sosio-Kognitif Identitas (α = 0,745-0,860). Analisis mediasi dilakukan dengan bantuan PROCESS Macro Model 4 SPSS 26. Data memenuhi asumsi normalitas residual, linearitas dan homoskedastisitas. Hasil menunjukkan bahwa strategi sosio-kogntiif identitas (informasional, normatif, dan komitmen) secara signifikan memediasi pengaruh keterhubungan teman sebaya terhadap kejelasan konsep diri. Namun, gaya menunda-menghindar ditemukan tidak berperan sebagai mediator dalam model ini. Keterhubungan teman sebaya juga memiliki pengaruh langsung yang signifikan terhadap kejelasan konsep diri. Hasil penelitian ini menggambarkan bahwa pengaruh teman sebaya memperkuat pemahaman diri baik secara langsung maupun melalui proses sosio-kognitif tertentu. Komitmen identitas ditemukan sebagai jalur mediational yang paling kuat dalam menjembatani pengaruh keterhubungan teman sebaya terhadap kejelasan konsep diri seseorang.