Abstrak
Work-Life Balance dan Resiliensi sebagai Prediktor Psychological Well-Being Guru PAUD di Kota Semarang
Oleh :
Athira Trista Prakusya - P0122037 - Fak. Psikologi
Era di mana tuntutan mengajar semakin meningkat, kesehatan mental pendidik telah menjadi perhatian mendesak yang bergema di seluruh dunia. Permendikbudristek No. 16 Tahun 2022 menegaskan bahwa pendidik memiliki peran penting dalam mendukung proses pendidikan yang berkualitas. Maka guru PAUD juga tidak terlepas dari peran penting dalam mendidik. Penelitian terdahulu menyatakan bahwa adanya peran dari work-life balance (WLB) dan resiliensi terhadap guru yang sering menghadapi dua peran sekaligus yaitu peran di lingkungan kerja dan lingkungan pribadi. Penelitian ini bertujuan untuk mencari tahu apakah WLB dan resiliensi dapat memprediksi psychological well-being (PWB) guru PAUD di Kota Semarang secara simultan dan parsial menggunakan alat ukur Ryff (2004) (PWB), Greenhaus (2002) (WLB), dan Connor dan Davidson (2003) CD-RISC-25 (Resiliensi). Penelitian ini menggunakan subjek guru PAUD yang tersebar di 5 kecamatan sejumlah 165 subjek. Hasil penelitian menemukan bahwa WLB dan resiliensi baik secara simultan (F(2, 162) = 81.82, p < .001) maupun parsial (WLB (β = .313, t(162) = 4.124, p < .001); resiliensi (β = .457, t(162) = 6.015, p < .001)) dapat memprediksi PWB. Selain itu, hasil temuan penelitian menyoroti pentingnya menyadari bahwa keseimbangan peran dan ketahanan mental menjadi salah satu faktor penting untuk guru PAUD menjalankan peran dalam kehidupannya.