Abstrak


STRATEGI KOMUNIKASI KEMENTERIAN KEPENDUDUKAN DAN PEMBANGUNAN KELUARGA (KEMENDUKBANGGA/BKKBN) MELALUI PROGRAM BINA KELUARGA REMAJA (BKR) DALAM RANGKA PENCEGAH AN PERILAKU BERISIKO PADA REMAJA (STUDI DI KELURAHAN CICAHEUM, KOTA BANDUNG)


Oleh :
Sukma Putri Maharani, Js - D0222123 - Fak. ISIP

Program Bina Keluarga Remaja (BKR) yang dijalankan oleh BKKBN merupakan salah satu upaya strategis dalam memperkuat peran keluarga, khususnya orang tua, dalam mendampingi perkembangan remaja serta mencegah munculnya perilaku berisiko. Perilaku berisiko pada remaja seperti penyalahgunaan narkoba, pergaulan bebas, dan berbagai bentuk kenakalan remaja menjadi persoalan sosial yang memerlukan pendekatan komunikasi yang terencana dan sistematis. Penelitian ini menganalisis strategi komunikasi program BKR dalam mencegah perilaku berisiko pada remaja dengan menggunakan Public Communication Campaign Theory dari Rice dan Atkin yang menekankan segmentasi audiens, perumusan pesan, pemilihan media, dan evaluasi dampak. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Data diperoleh melalui wawancara mendalam dan dokumentasi dengan informan yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling dan data dianalisis melalui reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan.   Hasil penelitian menunjukkan beberapa temuan. Pertama, strategi komunikasi program BKR menetapkan orang tua sebagai sasaran langsung komunikasi, sedangkan kader, pendidik, dan tokoh masyarakat berperan sebagai sasaran tidak langsung yang membantu penyebaran pesan di lingkungan komunitas. Kedua, pesan komunikasi yang disampaikan berfokus pada penguatan peran orang tua dalam pengasuhan dan pendampingan remaja untuk mencegah perilaku berisiko. Ketiga, penyampaian pesan dilakukan melalui kombinasi media digital dan komunikasi tatap muka agar informasi lebih mudah diterima oleh sasaran program. Keempat, evaluasi program dilakukan melalui pengukuran pre-test dan post-test serta penilaian indeks ketahanan remaja untuk melihat efektivitas komunikasi program. Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan indikator kinerja setiap tahun yang menandakan keberhasilan program dalam memperkuat kapasitas komunikasi orang tua dan mendukung peningkatan ketahanan remaja.