Abstrak


Pengaruh Karakteristik Direksi Terhadap Pengungkapan Environmental, Social, and Governance (ESG) Perusahaan High Profile di Indonesia Periode 2020 - 2024


Oleh :
Aurely Hilda Ramadhina - F0322027 - Fak. Ekonomi dan Bisnis

Penelitian ini bertujuan untuk meneliti pengaruh karakteristik direksi terhadap pengungkapan ESG (Environmental, Social, and Governance) pada perusahaan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia selama periode 2020-2024. Karakteristik direksi yang menjadi fokus mencakup empat aspek, yaitu ukuran direksi, independensi direksi, frekuensi rapat, dan keahlian keuangan anggota direksi. Pengungkapan ESG diukur menggunakan Bloomberg ESG Disclosure Score sebagai variabel dependen. Penelitian menggunakan data sebanyak 139 observasi yang berasal dari 31 perusahaan, dikumpulkan melalui teknik purposive sampling. Analisis data dilakukan dengan pendekatan regresi data panel menggunakan Random Effects Model (REM), yang sesuai untuk menangkap variasi antar perusahaan maupun antar waktu dalam rentang 2020-2024. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ukuran direksi yang lebih besar dan keahlian keuangan anggota direksi berpengaruh positif dan signifikan terhadap pengungkapan ESG. Sebaliknya, tingkat independensi direksi dan frekuensi rapat direksi tidak berpengaruh terhadap pengungkapan ESG. Hal ini mengindikasikan karakteristik sistem tata kelola two-tier di Indonesia, di mana independensi tidak selalu diwajibkan secara formal pada level direksi eksekutif. Frekuensi rapat yang tidak berpengaruh mengindikasikan bahwa kuantitas rapat semata tidak menjamin keterlibatan substantif dalam isu-isu ESG. Temuan ini didasarkan pada teori pemangku kepentingan (stakeholder theory), yang menekankan pentingnya komposisi dan kapasitas direksi dalam merespons tuntutan transparansi keberlanjutan dari para pemangku kepentingan. Penelitian ini berkontribusi pada literatur tata kelola ESG di pasar negara berkembang, serta memberikan panduan praktis bagi direksi perusahaan dan investor yang berorientasi pada keberlanjutan.