Abstrak
PENGARUH PROPOLIS TERHADAP KADAR MALONDIALDEHID, KADAR SUPEROKSIDA DISMUTASE, DAN TEKANAN DARAH PADA TIKUS MODEL DIABETES NEFROPATI
Oleh :
Wily Gustafianto - S962208003 - Fak. Kedokteran
Latar Belakang : Diabetic Kidney Disease (DKD) merupakan salah satu komplikasi kronis diabetes melitus dengan morbiditas serta mortalitas yang tinggi. Stres oksidatif berperan dalam patogenesis DKD yang ditandai dengan peningkatan malondialdehyde (MDA) serta perubahan aktivitas enzim antioksidan seperti superoxide dismutase (SOD). Hipertensi merupakan faktor penting yang mempercepat progresivitas kerusakan ginjal pada DKD. Propolis diketahui memiliki aktivitas antioksidan, antihiperglikemik, dan kardioprotektif.Tujuan : Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pemberian propolis terhadap kadar MDA, kadar SOD, dan tekanan darah pada tikus model DKD.Metode : Penelitian eksperimental laboratorik post-test only control group design pada 32 ekor tikus jantan galur Sprague-Dawley yang dibagi menjadi empat kelompok: K1 (kontrol negatif, pemberian pakan standard BR 1), K2 (kontrol positif, pakan Standard BR-1 dan HFD DM), K3 ((HFD DM + propolis 50 mg/kgBB/Hari selama 14 hari), dan K4 (HFD DM + propolis 100 mg/kgBB/Hari selama 14 hari). Pengukuran Tekanan Darah, MDA, dan SOD menggunakan metode ELISA serum darah tikus setelah empat belas hari perlakuan.Hasil Penelitian : Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian propolis pada tikus model DKD memberikan pengaruh yang signifikan secara statistik terhadap penurunan tekanan darah, penurunan kadar MDA, serta peningkatan kadar SOD dibandingkan kelompok kontrol HFD-DM. Penurunan kadar MDA menunjukkan adanya penurunan stres oksidatif, sedangkan peningkatan kadar SOD menunjukkan peningkatan aktivitas sistem antioksidan endogen. Penurunan tekanan darah menunjukkan adanya efek protektif propolis terhadap sistem kardiovaskular pada model DKD.Kesimpulan : Pemberian propolis memiliki efek protektif pada tikus model DKD yang ditunjukkan dengan penurunan kadar MDA, peningkatan kadar SOD, dan perbaikan tekanan darah secara signifikan. Propolis berpotensi sebagai terapi adjuvan dalam mengurangi stres oksidatif dan memperbaiki gangguan kardiovaskular pada kondisi DKD.