Abstrak
Modal Sosial Dalam Praktik Kulakan Makanan Tradisional (Studi Kasus Komunitas Bakul Roti Pasar Nusukan Surakarta)
Oleh :
Vyan Abigel - K8422085 - Fak. KIP
Penelitian ini
bertujuan untuk menganalisis terbentuknya modal sosial serta wujud konkret
jaringan, kepercayaan, dan norma dalam praktik kulakan makanan
tradisional pada dini hari di Komunitas Bakul Roti Nusukan, Pasar
Nusukan Surakarta. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan
pendekatan studi kasus intrinsik. Data dikumpulkan melalui wawancara semi
terstruktur, observasi nonpartisipan, dan dokumentasi. Informan dalam
penelitian ini berjumlah tujuh orang yang terdiri atas koordinator, pedagang
grosir, pedagang tenongan, dan petugas parkir, yang dipilih menggunakan teknik
purposive sampling. Validitas data diuji melalui triangulasi sumber dan
triangulasi teknik, sedangkan analisis data dilakukan menggunakan model
interaktif Miles, Huberman, dan Saldana yang meliputi kondensasi data,
penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa
modal sosial terbentuk dari perubahan pola distribusi makanan tradisional yang
semula dilakukan dengan mengantar barang ke rumah atau tempat pembeli, kemudian
berkembang menjadi pemusatan transaksi di satu titik luar Pasar Nusukan.
Pertemuan yang berlangsung hampir setiap hari pada waktu dan tempat yang
relatif sama membuat para pelaku saling mengenal, membangun hubungan langganan,
dan membentuk kebiasaan bersama dalam praktik kulakan. Jaringan tampak
melalui relasi langganan, penyebaran informasi secara getok tular, pertukaran
informasi stok dan pesanan, komunikasi melalui WhatsApp pribadi dan grup
WhatsApp, serta peran koordinator dalam menghubungkan pelaku.
Kepercayaan terlihat pada penyiapan barang lebih dahulu, peletakan barang di
tempat pedagang tenongan, pembayaran yang dapat dilakukan saat pulang atau
dilunasi pada hari berikutnya, transfer pembayaran, serta sistem barang sisa
atau BS. Norma tidak tertulis muncul melalui kewajiban membayar, kesesuaian
barang, penggunaan titik ruang, posisi parkir kendaraan, kebersihan area, dan
kebiasaan saling membantu. Penelitian ini menyimpulkan bahwa jaringan,
kepercayaan, dan norma menjadi dasar bekerjanya modal sosial yang menopang
kelancaran dan keberlangsungan praktik kulakan makanan tradisional di
ruang publik informal, meskipun kepercayaan dan kelonggaran lebih kuat
dinikmati oleh pelaku lama yang telah memiliki relasi langganan.