Abstrak
Hunian di Kelurahan Joglo dengan Pendekatan Incremental Housing Berbasis Livability sebagai Penataan Kawasan Kumuh
Oleh :
Lu'lu' Raedah Muchsis - I0222081 - Fak. Teknik
Pertumbuhan
urbanisasi di Kota Surakarta telah meningkatkan kebutuhan hunian sekaligus
memicu berkembangnya kawasan permukiman kumuh akibat keterbatasan lahan,
tingginya kepadatan penduduk, serta rendahnya kualitas lingkungan dan kondisi
sosial-ekonomi masyarakat. Salah satu kawasan yang masih memerlukan penataan
adalah Kelurahan Joglo, yang hingga kini memiliki permasalahan berupa hunian
tidak layak, infrastruktur dasar yang belum memadai, serta kualitas lingkungan
yang rendah. Meskipun Pemerintah Kota Surakarta telah melaksanakan program
penanganan kawasan kumuh melalui Program Kota Tanpa Kumuh (KOTAKU), evaluasi
terhadap hasil pembangunan menunjukkan bahwa sebagian hunian belum sepenuhnya
memenuhi aspek kelayakan huni (livability), ditandai oleh keterbatasan
luas ruang, kualitas ventilasi dan pencahayaan yang kurang baik, serta minimnya
fleksibilitas ruang untuk mengakomodasi perkembangan kebutuhan penghuni. Penelitian
ini bertujuan mengembangkan konsep penataan kawasan kumuh di Kelurahan Joglo
melalui pendekatan Incremental Housing berbasis livability
sebagai alternatif penyediaan hunian yang adaptif, layak huni, dan
berkelanjutan. Pendekatan Incremental Housing memungkinkan pembangunan
hunian secara bertahap sesuai kemampuan ekonomi dan perubahan kebutuhan
keluarga, sehingga penghuni dapat mengembangkan rumah tanpa mengurangi kualitas
lingkungan kawasan. Konsep perancangan difokuskan pada penyediaan hunian yang
memenuhi aspek kenyamanan, kesehatan, keamanan, aksesibilitas, serta didukung
oleh penyediaan ruang komunal, infrastruktur, dan utilitas kawasan yang
memadai. Hasil perancangan diharapkan mampu menjadi model penataan kawasan
kumuh yang tidak hanya meningkatkan kualitas fisik permukiman, tetapi juga
mendukung peningkatan kualitas hidup masyarakat serta menjadi referensi bagi
pemerintah dalam mewujudkan penanganan kawasan kumuh yang lebih berkelanjutan.