Abstrak
Pengaruh Substitusi Bottom Ash PLTSa Putri Cempo sebagai Agregat Halus terhadap Penyerapan Air, Ketahanan terhadap Natrium Sulfat, dan Kuat Kejut Paving Block
Oleh :
Andhika Dwi Armana Putra - I0122020 - Fak. Teknik
Pemanfaatan limbah sebagai material konstruksi menjadi solusi dalam mengatasi permasalahan lingkungan, khususnya bottom ash dari Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa) Putri Cempo. Material ini memiliki karakteristik menyerupai agregat halus sehingga berpotensi sebagai substitusi pada paving block. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh variasi kadar bottom ash terhadap penyerapan air, ketahanan terhadap natrium sulfat, dan kuat kejut untuk menentukan batas penggunaan optimum.Metode penelitian yang digunakan berupa eksperimen laboratorium dengan variasi kadar bottom ash sebesar 0%, 10%, 30%, 50%, 60%, 80%, dan 100% sebagai pengganti agregat halus dengan perbandingan campuran 1:3 antara semen dan agregat halus. Benda uji dibuat berbentuk balok berukuran 20 cm × 10 cm × 6 cm menggunakan mesin press hidrolik dan diuji pada umur 28 hari. Pengujian penyerapan air dan ketahanan terhadap natrium sulfat mengacu pada SNI 03-0691-1996, serta pengujian kuat kejut menggunakan metode drop weight impact.Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan bottom ash pada kadar 10% hingga 30% memberikan hasil yang relatif optimum dibandingkan variasi lainnya. Pada rentang tersebut, nilai penyerapan air masih berada pada standar yang ditentukan. Pada pengujian ketahanan terhadap natrium sulfat juga menunjukkan hasil kehilangan massa yang masih di bawah batas maksimum dengan kondisi fisik yang tetap baik. Sementara itu, pada pengujian kuat kejut menunjukkan penurunan nilai energi serapan seiring dengan bertambahnya kadar bottom ash yang digunakan.