Abstrak


Perbandingan Tingkat Keparahan Penyakit Paru Obstruktif Kronik (PPOK) pada Pasien Merokok dan Tidak Merokok di RSUD Dr. Moewardi


Oleh :
Sita Kumala Handayani - G0020213 - Fak. Kedokteran

Pendahuluan: Penyakit Paru Obstruktif Kronik (PPOK) merupakan penyakit yang ditandai dengan terbatasnya aliran udara di saluran pernapasan umumnya bersifat progresif dan persisten. Rokok adalah faktor utama PPOK karena asap rokok mengakibatkan inflamasi kronis pada paru dan merokok dalam jangka panjang dapat mempercepat penurunan fungsi paru. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah pasien yang tidak merokok memiliki pengaruh yang signifikan dalam meningkatkan keparahan PPOK sehingga dapat diketahui perbandingan tingkat keparahan PPOK pada pasien dengan riwayat merokok dan yang tidak merokok menggunakan GOLD Criteria. Metode: Penelitian observasional analitik dengan pendekatan cross sectional. Subjek penelitian adalah pasien yang terdiagnosis PPOK dengan riwayat merokok dan yang tidak merokok di RSUD Dr. Moewardi pada periode Januari 2023-September 2025 menggunakan teknik purposive sampling dengan jumlah sampel 86 pasien menggunakan rekam medis. Uji penelitian yang digunakan meliputi uji T-Independent untuk membandingkan dua kelompok dan uji Chi-Square untuk mengukur kekuatan hubungan antara dua variabel. Hasil: Studi ini menunjukkan bahwa hasil uji T-Independent untuk perbandingan tingkat keparahan PPOK pada pasien dengan riwayat merokok dan tidak merokok secara statistik signifikan (p=<0,001). Rata-rata kelompok dengan riwayat merokok (2,79) lebih besar dibandingkan kelompok tanpa riwayat merokok (1,77). Hasil uji Chi-Square didapatkan pasien PPOK merokok lebih berisiko 10,7 kali lipat mengalami tingkat keparahan PPOK yang lebih berat dibandingkan pasien yang tidak merokok (OR 10,7; 95% CI 3,8-29,9) dan menunjukkan hubungan yang signifikan dan korelasi yang kuat antara derajat merokok dengan tingkat keparahan PPOK (p=<0,001; C=0,622). Simpulan: Perbandingan tingkat keparahan PPOK pada pasien dengan riwayat merokok dan yang tidak merokok menunjukkan perbedaan yang signifikan.