Abstrak


Efektivitas M-Learning PLAYBOND Terintegrasi PhET Colorado pada Materi Bentuk Molekul untuk Meningkatkan Keterampilan Berpikir Kritis Siswa SMA Batik 1 Surakarta


Oleh :
Laila Nur Fitriana - K3322061 - Fak. KIP

Laila Nur Fitriana. K3322061. Pembimbing: Prof. Sulistyo Saputro, M.Si., Ph.D. EFEKTIVITAS M-LEARNING “PLAYBOND” TERINTEGRASI PhET COLORADO PADA MATERI BENTUK MOLEKUL UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN BERPIKIR KRITIS SISWA SMA BATIK 1 SURAKARTA. Tugas Akhir, Surakarta: Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Sebelas Maret. Juni 2026. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) Menganalisis efektivitas penggunaan media pembelajaran M-Learning PLAYBOND terintegrasi PhET Colorado pada materi bentuk molekul. (2) Menganalisis perbedaan penggunaan media pembelajaran M-Learning PLAYBOND terintegrasi PhET Colorado terhadap peningkatan keterampilan berpikir kritis siswa pada materi bentuk molekul. (3) Mendeskripsikan peningkatan aspek keterampilan berpikir kritis siswa setelah menggunakan media pembelajaran M-Learning PLAYBOND terintegrasi PhET Colorado pada materi bentuk molekul. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuantitatif, melalui pendekatan quasi eksperimental dengan desain penelitian berupa pretest-posttest non-equivalent control group. Teknik pengambilan sampel menggunakan cluster random sampling, dan terpilih kelas XI-2 sebagai kelas kontrol dan kelas XI-3 sebagai kelas eksperimen yang masing-masing berjumlah 35 siswa di SMA Batik 1 Surakarta tahun ajaran 2025/2026. Pengumpulan data menggunakan soal tes kognitif pretest-posttest untuk mengukur keterampilan berpikir kritis siswa. Analisis data menggunakan uji prasyarat, uji N-Gain, dan uji hipotesis dengan uji Independent Sample T-Test. Berdasarkan analisis yang dilakukan, hasil penelitian ini menunjukkan bahwa M-Learning PLAYBOND terintegrasi PhET Colorado: (1) lebih efektif dengan gain persen sebesar 45% (Cukup Efektif) > 10% (Kurang Efektif) dari media pembelajaran konvensional pada materi bentuk molekul. (2) memberikan perbedaan yang signifikan terhadap keterampilan berpikir kritis siswa di kelas eksperimen dengan nilai signifikansi p < 0,0005 < 0,05 setelah diberikan perlakuan. (3) berhasil mencapai seluruh indikator ketuntasan sebesar 75,00 dengan rata-rata nilai posttest kelas eksperimen pada masing-masing aspek keterampilan berpikir kritis adalah kejelasan (82,86), interaksi (81,79), interpretasi (80,71), dasar (75,71), dan inferensi (75,71). Sementara itu, kelas kontrol (XI-2) tidak berhasil mencapai ketuntasan pada satu pun aspek keterampilan berpikir kritis.