Abstrak
PERANCANGAN ULANG SISTEM KERJA PADA BAGIAN INVENTORY CONTROL (IC) UNTUK MENINGKATKAN EFEKTIVITAS KERJA DI PT XYZ
Oleh :
Alrantisa Amiena Raisa - I0322012 - Fak. Teknik
PT XYZ, perusahaan manufaktur komponen otomotif, mengoperasikan dua sistem
informasi secara paralel (dual system) pasca-migrasi ERP dari Oracle ke Infor LN sejak
September 2025, yaitu sistem ERP Infor LN dan Portal E-Warehouse. Ketidakmampuan
sinkronisasi data otomatis antara kedua sistem memaksa staf Inventory Control (IC)
melakukan rekonsiliasi data Outstanding Delivery Note (DN) secara manual
menggunakan Microsoft Excel, yang menghabiskan rata-rata 117 menit per sesi dengan
aktivitas perbandingan manual sebagai overprocessing utama (40,17% dari total waktu
proses). Penelitian ini bertujuan untuk (1) merancang ulang sistem kerja IC melalui
pendekatan Work System Design dan process redesign guna meningkatkan efektivitas
proses dan meminimalkan mismatch data Outstanding DN, serta (2) mengevaluasi
kelayakan teknis, operasional, ekonomis, dan penerimaan pengguna terhadap usulan
perbaikan melalui validasi expert panel. Data dikumpulkan melalui observasi partisipatif, wawancara semi-terstruktur, dan time
study terhadap 10 siklus rekonsiliasi yang melibatkan tiga staf IC dan satu supervisor.
Analisis sistem kerja As-Is dilakukan menggunakan Work System Framework (WSF),
Process Mapping, dan Hierarchical Task Analysis (HTA), yang menghasilkan identifikasi
15 pain points dan tujuh jenis waste berbasis klasifikasi Lean. Berdasarkan prinsip ECRS
(Eliminate, Combine, Rearrange, Simplify), dirancang sistem kerja To-Be yang terdiri dari
tiga komponen utama: redesain proses kerja, pengembangan dashboard monitoring
sebagai antarmuka terpadu Infor LN dan Portal E-Warehouse, serta penyusunan Standar
Operasional Prosedur (SOP) baru. Waktu siklus proses diproyeksikan berkurang dari 117
menit menjadi 27–40 menit per sesi atau turun 66–77%. Validasi kelayakan dilakukan melalui metode expert panel yang melibatkan satu
Supervisor IC dan tiga Staf IC (AC, WK, DAS) menggunakan kuesioner berskala Likert
1–5 pada empat dimensi evaluasi. Hasil validasi memperoleh skor rata-rata keseluruhan
4,31 dengan kategori Sangat Layak, dengan dimensi Penerimaan Pengguna memperoleh
skor tertinggi (4,67) dan Kelayakan Teknis dan Kelayakan Operasional memperoleh skor
terendah (4,17). Penelitian ini berkontribusi pada pengembangan kajian Work System
Design pada lingkungan dual system di industri manufaktur Indonesia, sekaligus
menghasilkan rancangan sistem kerja yang siap direkomendasikan untuk implementasi
dengan melibatkan tim IT internal perusahaan.