Abstrak


HUBUNGAN USIA DAN PEKERJAAN DENGAN TINGKAT KEPARAHAN KEKERASAN DALAM RUMAH TANGGA (KDRT) BERDASARKAN HASIL VISUM DI KOTA SURAKARTA


Oleh :
Vicky Noer Amalia - G0022214 - Fak. Kedokteran

ABSTRAK Vicky Noer Amalia, G0022214, 2026. Hubungan Usia dan Pekerjaan dengan Tingkat Keparahan Kekerasan dalam Rumah Tangga (KDRT) Berdasarkan Hasil Visum di Kota Surakarta. Skripsi. Fakultas Kedokteran, Universitas Sebelas Maret, Surakarta.Pendahuluan: Kekerasan dalam Rumah Tangga (KDRT) merupakan permasalahan kesehatan dan sosial yang masih sering terjadi dan menimbulkan dampak fisik maupun psikologis bagi korban. Tingkat keparahan KDRT dapat dinilai secara objektif melalui hasil Visum et Repertum. Usia dan pekerjaan korban diduga berperan terhadap tingkat keparahan KDRT. Namun, penelitian yang menganalisis hubungan usia dan pekerjaan dengan tingkat keparahan KDRT berdasarkan hasil visum di Kota Surakarta masih terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan usia dan pekerjaan dengan tingkat keparahan KDRT berdasarkan hasil Visum et Repertum di Kota Surakarta.Metode: Penelitian dilakukan menggunakan data sekunder Visum et Repertum kasus KDRT yang tercatat di Polresta Surakarta dengan jumlah sampel sebanyak 12 kasus yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi (total sampling). Variabel bebas dalam penelitian ini adalah usia dan pekerjaan korban, sedangkan variabel terikat adalah tingkat keparahan KDRT. Analisis bivariat awal direncanakan menggunakan uji Chi-Square, namun karena jumlah sampel terbatas dan tidak memenuhi syarat uji Chi-Square, analisis dilanjutkan menggunakan uji Fisher’s Exact. Selain itu, data deskriptif tambahan mengenai gambaran kasus kekerasan diperoleh dari Dinas Kesehatan Kota Surakarta tahun 2024.Hasil: Hasil penelitian dengan analisis statistik uji Fisher’s Exact Test menunjukkan bahwa tidak terdapat hubungan yang bermakna antara usia dengan tingkat keparahan KDRT (p = 1,000) maupun antara pekerjaan dengan tingkat keparahan KDRT (p = 0,392). Data deskriptif dari Dinas Kesehatan Kota Surakarta tahun 2024 menunjukkan bahwa kekerasan psikis merupakan jenis kekerasan yang paling banyak dilaporkan, yaitu sebesar (38,67%) diikuti oleh kekerasan seksual (24,31%) dan kekerasan fisik (19,34%).Simpulan: Hasil penelitian tidak terdapat hubungan yang bermakna antara usia dan pekerjaan dengan tingkat keparahan Kekerasan dalam Rumah Tangga (KDRT) berdasarkan hasil Visum et Repertum di Kota Surakarta. Meskipun demikian, data dari Dinas Kesehatan menunjukkan bahwa kasus kekerasan masih banyak terjadi,  sehingga upaya pencegahan dan penanganan KDRT perlu terus ditingkatkan.