Abstrak
Analisis Determinan Perilaku Konsumsi E-commerce pada Masyarakat Kota Solo
Oleh :
Krisna Nadine Febriane - F0122089 - Fak. Ekonomi dan Bisnis
Perilaku konsumsi e-commerce
di Indonesia berkembang secara dinamis seiring akselerasi transformasi digital,
namun kajian empiris mengenai determinannya dalam konteks kota menengah masih
terbatas. Kota Solo dengan karakteristik unik berupa dominasi transaksi
berbasis pesan instan dan ekosistem UMKM yang kuat, menjadi konteks yang
relevan sekaligus belum tereksplorasi secara memadai dalam literatur.
Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh pendapatan, pekerjaan,
pendidikan, usia, gender, status perkawinan, jumlah anggota keluarga, dan
literasi keuangan digital terhadap perilaku konsumsi e-commerce
masyarakat Kota Solo. Pendekatan kuantitatif dengan metode survei digunakan
terhadap 158 Responden yang dipilih melalui purposive sampling, dengan
analisis regresi logistic. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara parsial variabel
pendapatan, pekerjaan, pendidikan, dan status perkawinan berpengaruh positif
dan signifikan, dengan literasi keuangan digital. Sementara itu, variabel
pendapatan, pendidikan, usia, gender, status perkawinan dan jumlah anggota
keluarga tidak berpengaruh signifikan. Temuan ini mengonfirmasi bahwa
kapabilitas digital individu, bukan sekadar faktor demografis, merupakan
penentu utama partisipasi masyarakat dalam ekosistem e-commerce di kota
menengah Indonesia. Penelitian ini merekomendasikan agar pemerintah daerah
memprioritaskan penguatan literasi keuangan digital sebagai instrumen kebijakan
inklusi ekonomi digital. Bagi pelaku UMKM disarankan untuk mengoptimalkan
ekosistem perdagangan berbasis pesan instan sesuai karakteristik konsumen lokal
Kota Solo. Serta penelitian selanjutnya diharapkan memperluas cakupan variabel,
meningkatkan representativitas sampel, dan mengembangkan instrumen yang lebih
sesuai dengan dinamika konsumsi digital di kota menengah Indonesia.E-commerce consumption behavior
in Indonesia has evolved dynamically alongside the acceleration of digital
transformation; however, empirical studies examining its determinants in the
context of medium-sized cities remain limited. Solo, characterized by a unique
dominance of instant messaging-based transactions and a strong Micro, Small,
and Medium Enterprise (MSME) ecosystem, represents a relevant yet inadequately
explored context in the existing literature. This study aims to analyze the
influence of income, occupation, education, age, gender, marital status,
household size, and digital financial literacy on e-commerce consumption
behavior among residents of Solo. A quantitative approach employing survey
methods was applied to 158 respondents selected through purposive sampling,
with data analyzed using logistic regression. The results indicate that
education partially exert a significant positive effect, with digital financial
literacy emerging as the most dominant determinant. Meanwhile income,
occupation, age, gender, marital status and household size did not demonstrate
a statistically significant effect. These findings confirm that individual
digital capability, rather than demographic factors alone, constitutes the
primary driver of community participation in the e-commerce ecosystem of
medium-sized Indonesian cities. This study recommends that local governments
prioritize the strengthening of digital financial literacy as an instrument of
digital economic inclusion policy. MSMEs are advised to optimize instant
messaging-based commerce channels in accordance with the characteristics of
local consumers in Solo. Furthermore, future research is encouraged to broaden
the scope of variables, enhance sample representativeness, and develop
instruments more appropriately suited to the dynamics of digital consumption in
medium-sized Indonesian cities.