;

Abstrak


ANALISIS FAKTOR RISIKO GANGGUAN POSTUR TULANG BELAKANG PADA ANAK USIA SEKOLAH DASAR


Oleh :
Zulfa Nadia - S022502011 - Fak. Kedokteran

Zulfa Nadia. Analisis Faktor Risiko Gangguan Postur Tulang Belakang pada Anak Usia Sekolah Dasar. Tesis. Pembimbing I: Dr. dr. Annang Giri Moelyo, Sp.A., Subsp.Endo(K)., M.Kes. Pembimbing II: Dr. Revi Gama Hatta Novika, SST., Bdn., M.Kes. Program Studi S2 Ilmu Kesehatan Masyarakat, Minat Utama Kesehatan Ibu dan Anak, Fakultas Kedokteran, Universitas Sebelas Maret Surakarta.

Latar Belakang Gangguan postur tulang belakang (kifosis dan lordosis) semakin umum ditemukan pada anak usia sekolah dasar fase pra-pubertas saat tulang belakang masih bersifat plastis. Bukti integratif mengenai screen time, aktivitas fisik, ergonomi, dan status gizi sebagai faktor risiko simultan masih terbatas. Studi ini menganalisis hubungannya dan mengidentifikasi determinan dominan.

Subjek dan Metode Penelitian potong lintang (cross-sectional) dilakukan di Sekolah Dasar Islam Terpadu di Bekasi, Indonesia. Sebanyak 240 siswa berusia 9–12 tahun diikutsertakan melalui teknik total sampling. Variabel dependen adalah gangguan postur tulang belakang (kifosis dan/atau lordosis), yang dinilai menggunakan Occiput Wall Distance dan Lumbar Wall Distance. Variabel independen meliputi waktu penggunaan layar, aktivitas fisik, ergonomi belajar, dan status gizi (skor-z IMT menurut usia, WHO AnthroPlus). Analisis data dilakukan dengan uji chi-square, korelasi Spearman, regresi logistik multivariabel, dan analisis jalur (Structural Equation Modeling-Maximum Likelihood/SEM-ML).

Hasil Prevalensi gangguan postur tulang belakang sebesar 77,5% (kifosis 55,8%; lordosis 63,3%; keduanya bersamaan 44,2%). Screen time tinggi (>2 jam/hari) ditemukan pada 87,5% siswa (rerata 4,90±2,10 jam/hari), 61,7% tidak aktif fisik, dan 67,5% berstatus gizi abnormal. Analisis multivariabel mengidentifikasi IMT (AOR=1,12; 95% CI=1,04–1,21; p=0,002), screen time tinggi (AOR=2,18; 95% CI=1,03–4,61; p=0,041), dan inaktivitas fisik (AOR=2,61; 95% CI=1,27–5,35; p=0,009) sebagai prediktor independen. Obesitas menunjukkan asosiasi bivariat terkuat (OR=3,80; 95% CI=1,80–8,10; p<0 total=0,384; CFI=1,00; RMSEA=0,00) z=2,34; p=0,019)>screen time (Sobel z=2,50; p=0,012).

Simpulan Prevalensi gangguan postur tulang belakang tergolong tinggi (77,5%). IMT, screen time, aktivitas fisik, dan ergonomi belajar terbukti berhubungan signifikan, dengan IMT sebagai determinan dominan dan aktivitas fisik sebagai mediator parsial. Manajemen berat badan, pembatasan screen time, perbaikan ergonomi belajar, dan peningkatan aktivitas fisik diperlukan sebagai pencegahan.