Abstrak


ADVANCE ORGANIZER UNTUK PEMBELAJARAN SOSIOLOGI YANG BERMAKNA DI SMA NEGERI 3 SURAKARTA


Oleh :
Abdurrachim Setiawan - K8422001 - Fak. KIP

Abdurrachim Setiawan. K8422001. Pembimbing: Dr. Atik Catur Budiati, S.Sos., M.A. ADVANCE ORGANIZER UNTUK PEMBELAJARAN SOSIOLOGI YANG BERMAKNA DI SMA NEGERI 3 SURAKARTA. Skripsi. Surakarta: Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Sebelas Maret, Juni 2026      Penelitian ini bertujuan untuk (1) mendeskripsikan bentuk penerapan strategi advance organizer dalam kegiatan pembelajaran sosiologi yang bermakna, serta (2) mendeskripsikan kendala dalam menerapkan advance organizer dalam kegiatan pembelajaran sosiologi yang bermakna. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif deskriptif. Subjek penelitian adalah siswa kelas X.E1 dan X.E11 SMA Negeri 3 Surakarta tahun ajaran 2025/2026. Sumber data penelitian ini meliputi narasumber (guru dan siswa kelas X), peristiwa (kegiatan belajar mengajar), dan dokumen (Perencanaan Pembelajaran). Teknik pengambilan sampel dilakukan dengan purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan observasi dan wawancara. Uji validitas data yang digunakan adalah triangulasi sumber. Analisis data dengan teknik analisis kualitatif (Miles dan Hubberman). Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Penerapan advance organizer dalam pembelajaran sosiologi dilakukan melalui pemberian konsep, gambaran umum, dan materi pendahuluan sebelum pembelajaran inti, sehingga membantu siswa menghubungkan pengetahuan baru dengan pengetahuan yang telah dimiliki. Hasil penelitian menunjukkan bahwa advance organizer meningkatkan keaktifan dan pemahaman siswa terhadap materi sosiologi serta membantu guru menyampaikan materi secara lebih sistematis, terstruktur, dan bermakna, (2) Penerapan advance organizer dalam pembelajaran sosiologi masih menghadapi kendala, seperti perbedaan kemampuan siswa dalam memahami materi, keterbatasan fasilitas pendukung, dan kurangnya kesiapan sebagian siswa untuk terlibat aktif dalam pembelajaran. Namun, guru berupaya mengatasi kendala tersebut melalui metode pembelajaran yang variatif, pemberian contoh konkret, diskusi kelompok, dan pendekatan komunikatif sehingga advance organizer tetap mampu mendukung pembelajaran yang bermakna, aktif, dan efektif. Temuan ini mengonfirmasi teori advance organizer Ausubel bahwa pembelajaran bermakna terjadi ketika pengetahuan baru diasimilasi secara substantif ke dalam struktur kognitif yang telah dimiliki siswa, sebagaimana tercermin dalam praktik pengaitan materi lama dengan materi baru yang dilakukan secara konsisten oleh guru.