Abstrak
PERILAKU KONSUMSI GEN Z DALAM MENGHADAPI ULASAN PALSU PADA USER-GENERATED CONTENT (UGC) PRODUK MAKARIZO DI TIKTOK
Oleh :
Diah Puspaningrum - D0322033 - Fak. ISIP
Perkembangan
platform media sosial TikTok di Indonesia telah mendorong munculnya User-Generated
Content (UGC) sebagai strategi pemasaran berbasis partisipasi konsumen.
Namun dalam praktiknya, banyak brand menciptakan konten yang dirancang agar
terlihat organik meskipun sesungguhnya dikonsepkan dan diarahkan untuk
kepentingan komersial, sehingga memunculkan fenomena ulasan palsu yang
mengancam integritas informasi konsumen. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis
perilaku konsumsi Gen Z terhadap konten pemasaran produk Makarizo di TikTok,
mengidentifikasi faktor-faktor yang mendorong konsumsi, serta mengkaji strategi
Gen Z dalam menghadapi manipulasi UGC. Lokasi penelitian adalah platform TikTok
sebagai ruang di mana fenomena UGC produk Makarizo berlangsung. Penelitian ini
menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode fenomenologi. Data dikumpulkan
melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi terhadap 15 informan
yang terdiri dari 10 informan utama dan 5 informan pendukung dengan teknik purposive
sampling. Keabsahan data diuji menggunakan triangulasi sumber dan
triangulasi metode. Analisis data dilakukan menggunakan model analisis
interaktif Miles dan Huberman melalui tiga tahap: reduksi data, penyajian data,
dan verifikasi kesimpulan. Penelitian ini menggunakan teori Hiperealitas Jean
Baudrillard dan teori Manipulasi Ruang Publik Jürgen Habermas. Hasil penelitian
menunjukkan bahwa perilaku konsumsi Gen Z terhadap produk Makarizo dipicu oleh
kombinasi berbagai faktor yakni pribadi, psikologis, sosial, dan budaya. Dalam
merespons manipulasi UGC, terdapat tindakan konsumsi rasional dan irasional
yang dilakukan oleh Gen Z. Secara irasional, Gen Z menunjukkan kondisi di mana
mereka terperangkap hiperrealitas; representasi digital dan nilai tanda telah
mendahului serta menggantikan realitas fungsional produk itu sendiri. Sementara
itu secara rasional, Gen Z menyadari adanya manipulasi pada konten dan distorsi
komunikasi yang didominasi oleh sistem, yang kemudian mendorong mereka untuk
melakukan mitigasi manipulasi konten melalui verifikasi silang ulasan hingga
komparasi harga sebelum melakukan pembelian.