;

Abstrak


EFEKTIVITAS SELF HYPNOSIS DALAM MENURUNKAN KADAR KORTISOL DAN KELUHAN SOMATIK PADA PASIEN GANGGUAN CEMAS


Oleh :
Sitta Dea Viastiya - S572208011 - Fak. Kedokteran

Latar belakang: Gangguan cemas sering disertai keluhan somatik dan disregulasi respons stres melalui aktivasi hipotalamus-pituitari-adrenal (HPA axis) yang memengaruhi sekresi kortisol. Self-hypnosis sebagai intervensi berbasis mind-body berpotensi memperbaiki regulasi stres, namun bukti klinisnya masih terbatas.Tujuan: Menganalisis efektivitas self-hypnosis dalam menurunkan kadar kortisol, keluhan somatik, dan kecemasan pada pasien gangguan cemas.Metode: Penelitian quasi-experimental dengan desain pretest-posttest control group melibatkan 42 pasien gangguan cemas yang dibagi menjadi kelompok self-hypnosis (n=21) dan relaksasi (n=21). Intervensi dilakukan selama 4 minggu, dua kali sehari. Parameter yang diukur adalah kadar kortisol, skor Hamilton Anxiety Rating Scale (HARS), dan Somatic Symptom Scale-8 (SSS-8). Analisis menggunakan uji komparasi dan regresi multivariat.Hasil: Karakteristik awal kedua kelompok tidak berbeda bermakna (p>0,05). Setelah intervensi, kedua kelompok menunjukkan penurunan bermakna pada kadar kortisol, skor HARS, dan skor SSS-8 (p<0,001). Penurunan (Δ) pada kelompok self-hypnosis secara signifikan lebih besar dibandingkan kelompok relaksasi pada kadar kortisol (p=0,040), skor HARS (p=0,009), dan skor SSS-8 (p=0,034). Analisis multivariat menunjukkan bahwa perubahan keluhan somatik dan kadar kortisol berpengaruh signifikan terhadap penurunan kecemasan, dengan keluhan somatik sebagai prediktor paling dominan.Kesimpulan: Self-hypnosis efektif menurunkan kadar kortisol, keluhan somatik, dan kecemasan pada pasien gangguan cemas, dengan efek lebih signifikan dibanding relaksasi. Penurunan keluhan somatik berperan paling besar terhadap perbaikan kecemasan.