Abstrak


KONSTRUKSI IDENTITAS GENDER DI PONDOK PESANTREN MAHASISWA ROUDLOTUL JANNAH SURAKARTA


Oleh :
Asyahra Talitha Malika Qulbi - D0322018 - Fak. ISIP

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana identitas gender terbentuk di Pondok Pesantren Mahasiswa Roudhotul Jannah Surakarta. Fokusnya mencakup pemahaman santri terhadap konsep identitas gender, cara proses pembentukan identitas tersebut terjadi, dampak yang timbul dari konstruksi gender tersebut, serta cara santri beradaptasi atau menghadapi konstruksi gender yang ada. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan fenomenologi. Informan dalam penelitian ini terdiri dari para guru, pengurus, serta santri laki-laki dan perempuan yang dipilih dengan metode purposive sampling. Data diperoleh melalui wawancara mendalam, pengamatan, dan pencatatan dokumen, lalu dianalisis dengan metode Interpretative Phenomenological Analysis (IPA). Penelitian ini menggunakan teori performativitas gender Judith Butler sebagai alat untuk menganalisis. Penelitian tersebut menunjukkan bahwa identitas gender di pesantren dibentuk berdasarkan pemahaman bahwa perempuan diharapkan berperilaku lembut, sopan, dan berperan sebagai pendukung, sementara laki-laki ditetapkan sebagai pemimpin dan tokoh utama dalam lingkungan publik. Konstruksi itu dibuat dengan membagi ruang, mengatur sifat baju, serta sistem pengawasan dan pemberian hukuman yang dilakukan terus-menerus. Dampaknya terasa dari pengurangan ruang untuk bergerak dan berekspresi perempuan. Meskipun begitu, santri bukan hanya menerima pengaruh gender, tetapi juga melakukan penyesuaian, adaptasi, dan menegosiasikan identitas mereka dalam kehidupan sehari-hari. Temuan ini menunjukkan bahwa identitas gender di pesantren dibentuk oleh proses sosial yang terus berlangsung melalui tindakan-tindakan yang dilakukan secara rutin.